8/18/2021

Walau Pandemi Melanda, Industri Kelapa Sawit Masih Aman

Pandemi Covid-19 berdampak pada hampir semua sektor bisnis, kecuali industri kelapa sawit. Pasalnya, aktivitas produksi kelapa sawit masih bisa berjalan normal sepanjang pandemi melanda, meski dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Raden Pardede. Dia mengatakan, industri kelapa sawit yang menyerap 16 juta lapangan kerja mampu menjamin kesejahteraan pekerja di tengah pandemi.

"Di saat banyak sektor ekonomi terpuruk akibat pandemi, industri sawit jadi salah satu industri besar nasional yang nggak terdampak, kegiatan operasional di perkebunan bisa berjalan normal," ungkapnya dalam diskusi daring Tempo bertema 'PSR & Peningkatan Industri Sawit Nasional'

Tidak hanya 'kebal' corona, industri kelapa sawit juga mendapatkan angin segar dengan pergerakan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang terus menanjak sejak awal tahun hingga sempat mencapai di atas US$ 1.000 per ton pada Mei 2021 lalu.

Pada perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatif Exchange 6 Mei 2021 lalu, harga kontrak pengiriman Juli menembus MYR 4.186 per ton atau sekitar US$ 1.008 per ton. Ini merupakan harga tertinggi dalam kurun waktu lebih dari satu dekade terakhir atau 10 tahun terakhir ini.

"Pada akhir Januari 2021, kenaikan harga juga berdampak positif pada kenaikan Tandan Buah Segar (TBS) Sawit, sehingga penerimaan di sisi perkebunan rakyat juga meningkat," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, Indonesia punya posisi menjadi price maker atau penentu harga pada komoditas sawit. Pasalnya, Indonesia merupakan produsen dan eksportir terbesar CPO di dunia.

"Indonesia punya posisi price maker karena produsen dan eksportir terbesar, tujuannya bisa atur harga jual dan bisa berdampak positif pada dalam negeri," ucapnya.

Harga CPO melonjak tajam hari ini, Rabu (30/06/2021). Maklum, harga komoditas tersebut sudah anjlok lumayan dalam. Pada Rabu (30/6/2021) pukul 10:00 WIB, harga CPO di Bursa Malaysia berada di MYR 3.648 per ton atau sekitar US$ 878,5 per ton. Melonjak 2,67% dari hari sebelumnya.

Kenaikan ini adalah oasis di tengah tren koreksi harga CPO. tetapi dalam sebulan ke belakang harga masih ambles 6,92%.

Pada perdagangan kemarin, Selasa (29/06/2021), harga CPO diperdagangkan di level MYR 3.506 per ton.

Pekan lalu harga CPO terhitung menguat 2,8% berkat optimisme pemulihan ekonomi dunia yang ditandai laporan lonjakan ekspor CPO per Mei sebesar 47,3% secara tahunan.

Prospek CPO saat ini kembali dibayangi risiko terkait pandemi, setelah Indonesia dan Malaysia yang merupakan produsen utama komoditas ini menghadapi gelombang kedua penyebaran virus Covid-19, menyusul masuknya varian delta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar