Tampilkan postingan dengan label HGU PTPN III. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HGU PTPN III. Tampilkan semua postingan

7/13/2020

PTPN III OPERASIONAL MEDAN MENCATATKAN KINERJA TERBAIK SELAMA 3 (TIGA) TAHUN BERTURUT-TURUT


Kurun waktu 2017-2019 merupakan kurun waktu yang penuh berbagai tantangan di bisnis perkebunan khususnya kelapa sawit.. Fluktuasi harga yang cendrung menurun disetiap tahun memberikan kontribusi kepada penurunan pendapatan perusahaan. Ditahun 2017 dengan harga rata-rata CPO per Kg berada di titik Rp. 8.385,- kemudian turun ditahun 2018 hingga mencapat Rp. 7.386,-  berlanjut ke angka Rp. 6.938 di tahun 2019.   
Namun di tahun tahun ini pulalah PTPN III Operasional Medan mampu memperlihatkan kemampuan dan daya saing nya. Selama 3 (tiga) tahun tersebut PTPN III Operasional mampu mencatat laba diatas Rp.1 triliun setiap tahunnya, tahun 2017 mampu mencatatkan perolehan  laba setelah audit sebesar Rp1,395 T, 2018 sebesar Rp1,266 T dan 2019  sebesar Rp 1,032 T.
Ditahun 2020 ini perusahaan juga mencanangkan target perolehan laba operasional diatas Rp. 1 Triliun, angka yang jauh diatas RKAP tahun 2020 dimana PTPN III Operasional mentargetkan capaian laba sebesar Rp. 886 milyar.   
Dengan melihat capaian laba sampai dengan Semester I tahun 2020 yang sudah mencapai angka Rp. 363 M, manajemen dan seluruh karyawan berkeyakinan target laba setahun dapat dicapai.
Capaian laba selama beberapa tahun terakhir ini tentunya disebabkan oleh dukungan seluruh stakeholders perusahaan baik internal maupun eksternal sehingga perusahaan mampu melaksanakan operasional excellent di tanaman dan pabrik sehingga mampu menghasilkan produktivitas minyak per Ha jauh diatas rata-rata perusahaan perkebunan lain.  Tahun 2017 mampu mencapai prestasi 5,3 Ton CPO/Ha., tahun 2018 mencapai 5,6 ton CPO/Ha. Dan , tahun 2019 sebesar  5,9 ton CPO/Ha.  Disamping itu perusahaan juga telah menerapkan cost effektiveneses dan efisiensi di berbagai lini melalui penerapan teknologi dan system terintegrasi salah satunya adalah E Procurement System.
Walaupun capaian tersebut sudah cukup baik saat ini, namun perusahaan tidak bisa berpuas diri karena perusahaan harus tetap melakukan improvisasi menuju optimalisasi operational excellent dan efektivitas biaya, karena penyempurnaan selalu dilakukan disetiap kesempatan.  Perusahaan juga menyadari bahwa sebagian perubahan  yang dilakukan tentunya akan melibatkan stakeholders dari luar perusahaan karenanya pemahaman dan pengertian dari seluruh teman teman stakeholders eksternal  menjadi penting agar tetap bisa bersinergi dengan perusahaan.

Menurut Kaur Humas PTPN III Ali Imran, perusahaan membuka diri terkait saran dan masukan dari segala pihak.  “tentunya kami akan sharing setiap informasi yang masuk  ke perusahaan, jika memang akan menimbulkan perbaikan kepada perusahaan maka kita tidak segan segan untuk mengapresiasi dan mengakomodir masukan tersebut”, imbuhnya.

Dengan capaian kinerja dan pencatatan laba tersebut maka PTPN III Operasional adalah contributor laba terbesar dari PTPN III Holding, disamping itu dengan capaian tersebut perusahaan dapat melaksanakan kewajiban pembayaran  kepada seluruh stakeholders secara cepat, termasuk juga pembayaran pajak tepat waktu, menyalurkan CSR kepada masyarakat serta memberikan  bantuan modal kerja kepada UMKM.  

Dalam masa pandemi covid 19 ini perusahaan juga menunjukan kehadirannya kepada masyarakat Sumatera Utara melalui bantuan sembako, APD, dll. Dalam upaya mencegah penyebaran covid 19.

Manajemen PTPN III akan senantiasa melakukan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan kinerja Perusahaan dengan Operational Excellence dan komitmen implementasi nilai-nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmoni, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) sebagaimana telah ditetapkan sebagai core values oleh  Bapak Menteri BUMN.

10/28/2019

Menang Perkara di MA, PN Sei Rampah Eksekusi Areal HGU PTPN III (Persero) Yang Dikuasai Penggarap


Setelah melewati proses panjang, areal HGU PTPN III (Persero) seluas + 10 Ha terletak di Desa Tambak Cekur Kecamatan Serba Jadi Serdang Bedagai yang selama ini dikuasai oleh masyarakat penggarap akhirnya di eksekusi oleh Pengadilan Negeri Sei Rampah pada Hari Kamis, 24/10/2019. Upaya ini diambil setelah PTPN III (Persero) Kebun Sarang Giting memenangkan gugatan di tingkat Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung.

Ali Imran Lubis, Kasubag Humas PTPN III (Persero) dalam rilisnya menyampaikan bahwa puluhan personil keamanan beserta pengamanan internal PTPN III (Persero) dibantu  Serikat Pekerja Perkebunan (SP Bun) mengamankan proses eksekusi ini, dengan harapan eksekusi ini bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan dan halangan dari pihak manapun. “eksekusi ini merupakan pelaksanaan atas putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht)  sehingga  harus dihormati oleh semua pihak” tegas Ali.

Proses eksekusi ini dilakukan merujuk pada penetapan eksekusi dari Pengadilan Negeri Sei Rampah nomor : 01/Del.Eks/2019/PN.Srh Jo. Nomor : 12/Pdt.G/2012/PN TTD yang didasarkan surat penetapan dari Pengadilan Negeri Tebing Tinggi nomor 01/EKS/2019/PN Tbt Jo. Nomor 12/Pdt.G/2012/PN. TTD.

Seperti diketahui bahwa pada tahun 1992 areal seluas + 10 Ha yang terletak di Desa Tambak Cekur tersebut mulanya menjadi sengketa antara PTPN III (Persero) dengan Marudut Cs, dimana areal tersebut termasuk kedalam HGU PTPN III (Persero) Kebun Sarang Giting dan Marudut Cs mengkalim areal tersebut merupakan tanah leluhur mereka.

Tahun 2012 Marudut Cs menggungat areal + 10 Ha tersebut ke PN Tebing Tinggi dan PN Tebing Tinggi mengeluarkan amar putusan bahwa gugatan Marudut Cs ditolak karena surat kepemilikan lahan tidak sah selanjutnya menghukum Marudut Cs untuk menyerahkan lahan tersebut kepada PTPN III (Persero). 

Pada Tahun 2013 Upaya hukum banding juga dilakukan oleh Marudut Cs ke Pengadilan Tinggi Medan dengan amar putusan menguatkan putusan PN Tebing Tinggi bahwa areal tersebut merupakan areal HGU PTPN III Kebun sarang Giting. Kemudian di tingkat Kasasi dan Peninjauan Kembali (PK) PTPN III (Persero) kembali memenangkan gugatan terhadap areal di Desa Tambak Cekur tersebut.

11/08/2018

Areal Paya Bagas Merupakan HGU PTPN III



Aksi unjuk rasayang dilakukan oleh Masyarakat Paya Bagas (Suwarno cs) beberapa hari yang lalu yang ingin menguasai areal HGU PTPN III Kebun Rambutan tepatnya di daerah Panguripan, PTPN III (Persero) selaku pemegang HGU Kebun Rambutan akan menjaga dan mempertahankan areal yang merupakan Asset Negara dari sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini disampaikan oleh Ali Imran Lubis, Ka Sub Bagian Humas dalam siaran persnya Selasa, 30/10/2018 yang lalu.

Ali Imran mengungkapkan bahwa areal tersebut adalah HGU PTPN III yang sudah tidak diragukan lagi keabsahaannya karena sesuai dengan bukti Sertifikat HGU nomor 1 tanggal 14 Mei 1996 yang berakhir 2025 mendatang. Proses hukum atas areal Paya Bagas yang dilakukan pada tahun 2008 juga telah dimenangkan oleh PTPN III berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tebing Tinggi deli (PN-TTD) No : 26/Pdt.G/PN-TTD Tanggal 30 Juni 2008 dimana putusan tersebut telah berkekuatan hukum Tetap karena upaya banding dan perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat penggarap ke Pengadilan Tinggi Sumatera Utara tidak dapat diterima.

Pada saat itu PTPN III juga telah melakukan pendekatan dan himbauan kepada masyarakat  penggarap untuk meninggalkan lahan tersebut secara sukarela, upaya persuasif dengan cara pemberian tali asih kepada masyarakatpun juga sudah dilaksanakan dan masyarakatpun menerima tali asih tersebut. Jadi dari segi hukum, tidak ada lagi alasan masyarakat untuk menuntut dan menggarap areal paya bagas tersebut, tegasnya.

Aksi solidaritas juga ditunjukkan oleh SP Bun PTPN III dalam menjaga dan mempertahankan Asset Negara. Aksi solidaritas SP Bun dilakukan dalam upaya penyelamatan Asset Negara dari sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab karena SP Bun dan setiap karyawan berkewajiban memelihara, menjaga, melindungi serta mempertahankan asset perusahaan dari tindakan pengrusakan atau pengambialihan asset secara melawan hukum. PTPN III (Persero) sebagai perusahaan Negara, selalu taat dan patuh terhadap hukum dan peraturan perundangan yang berlaku dan PTPN III (Persero) sangat menghargai upaya hukum, tambah Ali.