Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

8/19/2021

HUT RI ke-76, PTPN IV Berikan Penghargaan Kepada Karyawan


Di hari ulang tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, PTPN IV memberikan penghargaan masa kerja (jubilaris) kepada 1.904 karyawan, 96 karyawan terbaik pemanen kelapa sawit dan pemetik teh dan 19 karyawan operator terbaik, secara serentak di seluruh wilayah kerja PTPN IV yang tersebar di sepuluh Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara.

Penghargaan jubilaris diberikan atas pengabdian karyawan yang telah berjasa untuk bekerja dan berkarya tanpa terputus-putus di perusahaan. Pengabdian yang diberikan selama 20 tahun sebanyak 128 orang, pengabdian selama 25 tahun sebanyak 1.251 orang, pengabdian selama 30 tahun sebanyak 411 orang, dan pengabdian selama 35 tahun sebanyak 114 orang, sebut Direktur PTPN IV Sucipto Prayitno, Rabu 18/8/2020 di Medan.

Di bagian lain Sucipto Prayitno menyebutkan, manajemen juga memberikan penghargaan khusus tahun 2021 kepada ujung tombak produksi perusahaan, seperti Pemanen Kelapa Sawit Terbaik dan Pemetik Daun Teh Terbaik serta Operator Terbaik, untuk lebih meningkatkan semangat karyawan dalam bekerja di PTPN IV, dalam upaya kita untuk peningkatan capaian produksi dan produktivitas.

Sucipto Prayitno juga mengatakan, penghargaan khusus ini diberikan kepada karyawan terbaik, dilihat dari kualitas dan kuantitas pekerjaannya. Seperti kapasitas panen/ petik, disiplin dalam bekerja, mutu buah/ daun yang baik, perilaku dan loyalitas kepada perusahaan.

Sementara Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN IV Riza Fahlevi Naim menyebutkan, jubilaris ini periode Semester II 2020 dan Semester I 2021 dengan pengabdian 20 tahun menerima piagam penghargaan; pengabdian 25 tahun menerima piagam penghargaan, uang 5x gaji pokok (GP), medali emas 24 karat seberat 10 gram; pengabdian 30 tahun menerima piagam penghargaan, uang 2x GP; dan pengabdian 35 tahun menerima piagam penghargaan, uang 4x GP.

"Ada 87 karyawan Pemanen Kelapa Sawit Terbaik 1, 2 dan 3 dari 29 kebun kelapa sawit dan 9 karyawan Pemetik Teh Terbaik 1, 2 dan 3 dari kebun teh (Bah Butong, Sidamanik dan Tobasari) yang menerima penghargaan. Masing-masing Terbaik 1 menerima uang sebesar Rp5.000.000; Terbaik 2 sebesar Rp3.000.000; Terbaik 3 sebesar Rp2.000.000; dan Operator Terbaik Rp3.000.000,” tutup Riza Fahlevi Naim.

8/18/2021

Dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke-76 , PTPN III (Persero) Beri Penghargaan Kepada 872 Karyawan


Medan, 17 Agustus 2021 di Kantor PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Jl. Sei Batang Hari No. 2 Medan, Direktur Pelaksana Bapak Ahmad Haslan Saragih didampingi oleh SEVP Operation I Bapak Darmansyah Siregar, SEVP Operation II Sudarma Bhakti Lessan, SEVP Business Support Bapak Tengku Rinel, Kepala Biro Sekretariat Bapak Ibnu Faisal Nasution dan Kepala Bagian SDM Bapak Dedi Ismed menyerahkan Penghargaan Masa Pengabdian (PMP) kepada Karyawan PTPN III yang telah bekerja selama 20, 25, 30 dan 35 Tahun.

Bapak Ahmad Haslan Saragih mengatakan “dalam momen Kemerdekaan ini PTPN III menyerahkan PMP yang dilakukan secara simbolis kepada 2 Orang perwakilan Karyawan yaitu Karyawan Pimpinan diwakili oleh Kamal Fasya Pakpahan dan Karyawan Pelaksana diwakili oleh Prima Andika”

“Untuk mencegah terjadinya pengumpulan masa dan tetap melaksanakan protokol kesehatan selanjutnya secara bertahap pada tanggal 18 Agustus 2021 seluruh Kebun/unit PTPN III akan membagikan penghargaan tersebut kepada Karyawan dengan masa kerja 20 tahun sebanyak 120 Orang, 25 tahun sebanyak 454 Orang, 30 tahun sebanyak 229 Orang dan 35 tahun sebanyak 69 Orang” tutup Bapak Ahmad Haslan Saragih.

3/12/2019

Potong Tumpeng, Isi Acara HUT PTPN III (Persero) ke 23


PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) rayakan HUT ke 23 tahun pada hari Senin, 11 Maret 2019 bertempat di Halaman Kantor Direksi Medan. Peringatan hari jadi PTPN III (Persero) dilaksanakan secara sederhana dan ini diisi dengan Pelaksanaan Upacara Bendera, pemotongan tumpeng dan sarapan bersama. Momentum Peringatan HUT PTPN III (Persero) ini juga dilaksanakan serentak di seluruh Distrik/Kebun/Unit wilayah kerja PTPN III (Persero).

Pelaksanaan upacara berjalan dengan khidmat dengan Inspektur upacara Ahmad Gusmar Harahap, selaku SEP SDM & Umum. Dolly P Pulungan, Direktur Utama PTPN III (Persero) dalam sambutan yang dibacakan oleh Ahmad Gusmar Harahap menghimbau kepada seluruh karyawan untuk tetap menjaga semangat bekerja serta memupuk rasa memiliki atas perusahaan yang kita cintai ini dengan lebih dalam lagi, sehingga cita-cita PT Perkebunan Nusantara untuk menjadi kebanggaan nasional, sebagai sebuah “Indonesian Modern Agriculture Company” yang mempekerjakan talenta-talenta terbaik negeri dengan produk-produk yang berkualitas dapat di wujudkan.

Direksi juga mengucapkan terima kasih  dan penghargaan kepada Mantan Direksi dan karyawan purna karya yang sudah turut berjuang dalam membesarkan nama PT. Perkebunan Nusantara Grup sehingga menjadi perusahaan yang membanggakan. Selanjutnya Direksi juga mengucapkan terima kasih kepada karyawan yang masih  aktif dan berpesan bahwa ke depan tantangan akan semakin berat, untuk itu kerja keras dan kerja cerdas sesuai tema HUT ke- 23 “Operational Excellence sebagai Langkah Menuju PTPN Baru” haruslah digelorakan bersama dengan semangat Sinergi, Integritas, Profesional.

Sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, juga dilaksanakan pemotongan tumpeng oleh Ahmad Gusmar Harahap selaku SEP SDM & Umum dan Adi Fitria selaku SEP Bidang Produksi sekaligus pemberian nasi tumpeng kepada perwakilan Karyawan Pimpinan yang diwakili oleh Irwan Hidayat dan perwakilan karyawan pelaksana yang diwakili oleh Sartono. Pemberian nasi tumpeng kepada karyawan ini adalah sebagai wujud ucapan terima kasih manajemen kepada para karyawan yang telah berjuang demi kemajuan perusahaan dan sebagai simbol kebersamaan antara atasan dengan bawahan sehingga akan terwujud sinergitas sumber daya manusia dalam menjalankan operasional Perusahaan. Sebagai acara penutup dilanjutkan dengan sarapan bersama seluruh karyawan dan karyawati Kantor Direksi Medan.

2/18/2019

PTPN IV Melakukan Mutasi dan Promosi


“Seorang pemimpin dalam melakukan tugas dan tanggungjawab mengelola kebun/ pabrik jangan sampai mengeluh dan meminta maaf atas aktivitas yang terjadi di lapangan/ pabrik”, demikian ditegaskan Direktur Utama PTPN IV Siwi Peni seusai menyerahkan Surat Keputusan Direksi PTPN IV tentang mutasi bagi Pemangku Jabatan Puncak (PJP) dan promosi bagi Kepala Sub Bagian/ Kepala Bidang/ Masinis Kepala/ Asisten Kepala, yang dilaksanakan di ruang Pisifera Kantor Direksi (Kandir) PTPN IV, Rabu 13/2/2019 pagi.

Tampak dalam acara Siwi Peni didampingi Direktur Komersil PTPN IV Umar Affandi, Direktur Operasional PTPN IV Rediman Silalahi, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PTPV IV Rizal H. Damanik dan dihadiri _Corporate Secretary_ PTPN IV Albert Ginting, Kepala/ Wakil Kepala Bagian, Project Manajer, Dewan Pakar, General Manajer Distrik dan Manajer Kebun yang menerima mutasi serta Kepala Sub Bagian/ Kepala Bidang/ Masinis Kepala/ Asisten Kepala yang menerima promosi jabatan.

Di bagian lain Siwi Peni mengatakan bahwa mutasi dan promosi ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi dan dilihat dari beberapa pengalaman jika manajemen Pabrik Kepala Sawit (PKS) dipisah dengan kebun, ada peningkatan kinerja yang cukup signifikan dari sisi peningkatan kualitas dan kuantitas Tandan Buah Segar (TBS) serta kualitas dan kuantitas dari _Crude Palm Oil_ (CPO), “itu sebabnya di beberapa kebun kita pisah antara manajemen Kebun dan PKS”, sebut Siwi Peni.

Yang menerima mutasi, Pertama Hepriyanto Siregar sebagai Manajer Kebun Pabatu. Dan kedua, Irvan Faisal sebagai Manajer Kebun Sei Kopas.

Yang menerima promosi, Pertama, Fitra Rinaldy sebagai Manajer PKS Pabatu, Kedua, Adhri Basari sebagai Manajer PKS Gunung Bayu, Ketiga, Julfikar Damanik sebagai Manajer Kebun Plasma Madina, Keempat, Bernard H.S. Purba sebagai Manajer Kebun Bah Birung Ulu

Yang menerima mutasi dan promosi mengucapkan sumpah jabatan, yang disaksikan oleh Ustadz Dr. Fuji Rahmadi P, MA dan Pendeta P. Simanjuntak.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PTPN IV serta ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri serta berfoto bersama.

Direksi PTPN IV Terima Kunjungan Silaturahmi


Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PTPN IV Rizal H. Damanik didampingi Corporate Secretary, Albert Ginting dan Manajer Kebun Adolina Noveri Idris Butar-Butar menerima kunjungan silaturahmi dari Asisten I, Asisten II, Kepala Bappeda, dan Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Serdang Bedagai di Kantor Direksi PTPN IV Medan Jl. Letjend Suprapto No. 2 Medan, Senin 11/2/2019.

Dirut PTPN IV Kunker ke Pabatu


Dalam kunjungan kerja ke kebun/ pabrik PTPN IV, Direktur Utama PTPN IV Siswi Peni didampingi Corporate Secretary PTPN IV Albert Ginting, juga hadir General Manajer Distrik III Fauzi Omar dan Plt. Manajer Kebun Pabatu Fitra Rinaldy serta Karyawan Pimpinan/ Pelaksana Distrik III dan Kebun Pabatu yang dilaksanakan di Gedung Acceleration Center Pabatu, Jumat 8/2/2019 sore.

Sama ketika ia berkunjung ke Adolina tetap memberikan motivasi kepada Karyawan Pimpinan/ Pelaksana Distrik III dan Kebun Pabatu agar membentuk kerjasama (team work) yang solid, menjadi satu kesatuan yang utuh dan jangan terpecah belah, bekerja keras dan berusaha maksimal dalam mencapai tujuan perusahaan, dengan kekurangan yang ada tetap semangat dan berusaha, dengan niat dan usaha disertai dengan berdo’a, serta menjaga hubungan yang baik kepada sesama manusia.

Sebelumnya Fitra Rinaldy dalam sambutan berharap semoga dengan adanya kunjungan Direktur Utama, dapat memberi semangat energi yang positif bagi karyawan PTPN IV dalam bekerja untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Dirut PTPN IV Kunker ke Adolina


Lahan PTPN IV merupakan lahan kelas satu bahkan terbaik di dunia dan manfaatkan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa ini untuk dikelola dengan baik, demikian disampaikan Direktur Utama PTPN IV Siwi Peni ketika membuka arahan dan motivasi kepada Karyawan Pimpinan/ Pelaksana di Wisma Amerta Kebun Adolina, Rabu 6/2/2019 sore.

Acara selain dihadiri Siwi Peni, juga hadir Corporate Secretary PTPN IV Albert Ginting, General Manajer Distrik III Fauzi Omar, Manajer Kebun Adolina Noveri Idris Butar-Butar, Karyawan Pimpinan/ Pelaksana Kebun Adolina.

Sebelumnya Noveri Idris Butar-Butar mengucapkan selamat datang kepada Direktur Utama beserta rombongan di Kebun Adolina. “Kami merasa bangga sebagai karyawan dapat bertatap muka langsung dengan Direktur Utama”, tegas Noveri Idris Butar-Butar.

“Semoga kunjungan Direktur Utama dapat memberi semangat bagi kami dalam bekerja dan meningkatkan kinerja kebun yang kita cintai”, tutup Noveri Idris Butar-Butar.

12/27/2018

Penutup Tahun, PTPN III (Persero) Medan Salurkan 1.5 Miliar Bantuan Bina Lingkungan


BUMN Hadir Untuk Negeri tidak hanya menjadi slogan bagi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero), hal ini terbukti dengan program program peduli masyarakat dan lingkungan yang terus diselenggarakan oleh PTPN III (Persero).Tepatnya pada Jumat, (21/12/2018) bertempat di Kantor  Direksi PTPN III (Persero) Medan, PTPN III (Persero)  kembali menyalurkan bantuan bina lingkungan kepada Masyarakat Sumatera Utara dengan total nilai Rp. 1.557.000.000 Rupiah.

Bantuan Bina Lingkungan Triwulan IV ini diserahkan kepada 83 objek penerima bantuan bina lingkungan diantaranya adalah bantuan pembangunan/renovasi rumah ibadah, kegiatan sosial, pembangunan sarana pendidikan, bangunan pemerintah dan sarana/prasarana umum lainnya. Bantuan ini merupakan wujud komitmen kepedulian PTPN III (Persero) terhadap pembinaan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Penyerahan bantuan dilaksanakan secara simbolis oleh Senior Executive Vice Presiden SDM & Umum PTPN III (Persero) Ahmad Gusmar Harahap. Dalam sambutannya Ahmad Gusmar Harahap mengatakan bahwa PTPN III (Persero) memiliki komitmen kuat untuk membantu masyarakat sekitar. Salah satunya adalah dengan menyalurkan bantuan bina lingkungan yang merupakan kewajiban dari BUMN dan merupakan salah satu Program BUMN Hadir Untuk Negeri. “Kami terus berupaya agar keberadaan PTPN III (Persero) sebagai salah satu BUMN juga dirasakan oleh masyarakat sekitar dan masyarakat memperoleh manfaat dari keberadaan Perusahaan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat yang sangat berarti bagi kita semua”. kata Ahmad Gusmar.

Selain itu, Ahmad Gusmar juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini harus berjalan dengan baik, tidak boleh ada permainan dari oknum karyawan Perusahaan yang mencoba mengambil kesempatan dalam penyaluran ini, jika seandainya ditemukan hal yang demikian maka silahkan melaporkan karyawan tersebut kepada manajemen untuk ditindak tegas. Hal ini sejalan dengan budaya kerja Perusahaan yaitu Jujur, Tulus, dan Ikhlas.
Pada kesempatan yang sama, Ahmad Gusmar juga mengharapkan kepada penerima bantuan agar terus menjaga dan mendoakan PTPN III (Persero) agar PTPN III (Persero) kedepannya bisa lebih baik lagi dalam penggalian produksi dan harga jual yang mendukung sehingga PTPN III (Persero) bisa terus hadir untuk membantu masyarakat  melalui Program Bina Lingkungan ini.

Bantuan Bina Lingkungan Triwulan IV ini diserahkan dalam bentuk uang dan akan ditransfer ke rekening masing-masing penerima bantuan, dengan tujuan agar lebih mudah dalam penyalurannya dan para penerima bantuan juga bisa menggunakan sesuai kebutuhan. Dalam rangka asas transparansi maka setiap penerima bantuan harus mengirimkan laporan penggunaan dana bantuan tersebut sesuai objek berupa dokumentasi dan bon/faktur selambat-lambatnya 14 hari setelah dana bantuan diterima.

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang fokus dalam menjalankan bisnis, PTPN III (Persero) tidak semata-mata berorientasi kepada profit/keuntungan perusahaan tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembinaan lingkungan dan masyarakat sekitar, karena sampai dengan November 2018 ini bantuan Program Bina Lingkungan yang sudah disalurkan oleh PTPN III (Persero) sudah mencapai Rp. 18.2 Miliar Rupiah.

12/10/2018

PTPN III Peringati Maulid Nabi 1440 H/2108 M “Rasulullah Merupakan Suri Tauladan Yang Sempurna”


Keluarga Besar PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Kantor Direksi Medan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 7 Desember 2018 di Masjid Nurul Hikmah, Kantor Direksi jalan Sei Batanghari No. 2 Medan. Acara dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur’an yang dibacakan oleh Rika Harnita dan Saritilawah oleh M. Syafi’i. Tak lupa pula dalam peringatan maulid nabi ini, Panitia juga memberikan santunan kepada Anak yatim yang berada di sekitar kantor Direksi Medan sebanyak 100 Orang.

Gusmar Harahap, SEP SDM dan Umum dalam sambutannya mengharapkan supaya peringatan maulid nabi ini tidak hanya sebagai kegiatan seremonial saja tetapi kita harus mengambil hikmah dan menjadikan Nabi Muhammad sebagai Tauladan yang baik. Gusmar juga mengatakan kinerja perusahaan untuk tahun 2018 dapat dicapai sesuai target yang telah ditetapkan.  Kebijakan manajemen akan memberikan panjar bonus pada bulan Desember 2018 yang kemudian disambut tepuk tangan para hadirin. 

Harga jual komoditas sawit dan karet memang mengalami penurunan, namun kemampuan perusahaan untuk membiayai proses bisnis dan penggajian masih mencukupi dengan baik. “Tantangan kedepan akan semakin berat, jadi mari kita jaga kekompakan dan tetap bekerja dengan baik, meningkatkan semangat bekerja, bekerja dengan budaya kekompakan dan jujur-tulus-ikhlas sehingga kita bisa meraih target yang ditetapkan ditahun depan.” kata Gusmar penuh semangat.

Irfan Yusuf, dalam kesempatan kali ini sebagai ustad yang memberikan tausiyah terkait dengan upaya umat Islam agar senantiasa menjadikan Rasulullah SAW sebagai panutan dan mendorong setiap pribadi agar meniru bagaimana tata cara hidup Rasulullah.
“Kita harus professional, artinya menempatkan diri kita sesuai tempatnya. Rasulullah itu sebagai kepala negara, kepala pemerintahan dan panglima perang namun di dalam kehidupan rumah tangga ia tetap menjadi kepala keluarga yang sangat baik dan akrab kepada semua anggota keluarga tanpa membawa-bawa jabatan yang disandangnya sehingga hubungan harmonis tercipta di manapun di saat kita berada,” kata Irfan memberikan ceramahnya.

11/08/2018

Areal Paya Bagas Merupakan HGU PTPN III



Aksi unjuk rasayang dilakukan oleh Masyarakat Paya Bagas (Suwarno cs) beberapa hari yang lalu yang ingin menguasai areal HGU PTPN III Kebun Rambutan tepatnya di daerah Panguripan, PTPN III (Persero) selaku pemegang HGU Kebun Rambutan akan menjaga dan mempertahankan areal yang merupakan Asset Negara dari sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini disampaikan oleh Ali Imran Lubis, Ka Sub Bagian Humas dalam siaran persnya Selasa, 30/10/2018 yang lalu.

Ali Imran mengungkapkan bahwa areal tersebut adalah HGU PTPN III yang sudah tidak diragukan lagi keabsahaannya karena sesuai dengan bukti Sertifikat HGU nomor 1 tanggal 14 Mei 1996 yang berakhir 2025 mendatang. Proses hukum atas areal Paya Bagas yang dilakukan pada tahun 2008 juga telah dimenangkan oleh PTPN III berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tebing Tinggi deli (PN-TTD) No : 26/Pdt.G/PN-TTD Tanggal 30 Juni 2008 dimana putusan tersebut telah berkekuatan hukum Tetap karena upaya banding dan perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat penggarap ke Pengadilan Tinggi Sumatera Utara tidak dapat diterima.

Pada saat itu PTPN III juga telah melakukan pendekatan dan himbauan kepada masyarakat  penggarap untuk meninggalkan lahan tersebut secara sukarela, upaya persuasif dengan cara pemberian tali asih kepada masyarakatpun juga sudah dilaksanakan dan masyarakatpun menerima tali asih tersebut. Jadi dari segi hukum, tidak ada lagi alasan masyarakat untuk menuntut dan menggarap areal paya bagas tersebut, tegasnya.

Aksi solidaritas juga ditunjukkan oleh SP Bun PTPN III dalam menjaga dan mempertahankan Asset Negara. Aksi solidaritas SP Bun dilakukan dalam upaya penyelamatan Asset Negara dari sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab karena SP Bun dan setiap karyawan berkewajiban memelihara, menjaga, melindungi serta mempertahankan asset perusahaan dari tindakan pengrusakan atau pengambialihan asset secara melawan hukum. PTPN III (Persero) sebagai perusahaan Negara, selalu taat dan patuh terhadap hukum dan peraturan perundangan yang berlaku dan PTPN III (Persero) sangat menghargai upaya hukum, tambah Ali.

8/20/2018

SEMARAK KEMERDEKAAN Ke 73, PTPN III (Persero) LAKSANAKAN UPACARA DAN PENYERAHAN PMP


Memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, Management PTPN III secara serentak mulai dari Kantor Direksi, hingga kantor Distrik/Kebun/Unit yang tersebar dibeberapa wilayah Kota/Kabupaten di Sumatera Utara melaksanakan Upacara Bendera pada Jumat pagi, (17/8).

Pelaksanaan Upacara di Kantor Direksi berjalan dengan khidmat yang dihadiri oleh Komisaris, Direktur Tanaman Semusim, SEVP, Kepala Divisi/Biro/Bagian beserta istri, Seluruh Karyawan/ti dan para tamu undangan penerima Penghargaan Masa Pengabdian, dan bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Seger Budiarjo, Direktur SDM & Umum Holding PTPN III (Persero). 

Dalam sambutan Gubernur Sumatera Utara yang dibacakan oleh Seger Budiarjo, mengajak masyarakat untuk menghargai jasa para pahlawan dan tetap mewarisi sekaligus melanjutkan perjuangan para pahlawan sesuai tugas, kedudukan, dan tanggung jawan kita masing-masing pada saat sekarang ini.

Acara dilanjutkan dengan Penyerahan Penghargaan Masa Pengabdian (PMP) atau dikenal dengan istilah “Jubilaris” kepada karyawan yang telah bekerja mengabdikan diri kepada Perusahaan kurun waktu 25, 30, dan 35 Tahun yang juga dilaksanakan serentak diseluruh wilayah kerja Perusahaan dengan total penerima PMP Tahun 2018 ini adalah sebanyak 1405 orang, adapun rinciannya adalah penerima PMP 25 tahun sebanyak 461 orang, PMP 30 Tahun sebanyak 874 orang dan PMP 35 Tahun sebanyak 70 orang.

Dalam sambutannya pada acara penyerahan PMP, Seger Budiarjo menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian para karyawan yang telah bekerja demikian lama di PTPN III (Persero). Ia juga mengharapkan kepada semua karyawan untuk meningkatkan kebersamaan, persatuan dan kesatuan dalam hubungan kerja yang harmonis dan dinamis. Meningkatkan produktivitas, kinerja dan menjadikan PTPN III (Persero) sebagai Perusahaan yang terus tumbuh dan berkembang.

Untuk lebih meningkatkan kebersamaan, seusai upacara dan penyerahan PMP, diselenggarakan acara makan bersama antara seluruh lapisan keluarga besar karyawan/ti PTPN III (Persero). Hari sebelumnya yakni tanggal 10 Agustus juga diselenggarakan berbagai macam perlombaan dalam rangka memeriahkan dan menyemarakkan Kemerdekaan RI Ke 73 Tahun, diantaranya yaitu panjat pinang, lari goni, joget balon, lari terompa mewarnai dan melukis juga dimeriahkan pembagian lucky draw dengan hadiah yang menarik, yakni sepeda motor, televisi, air conditioner, kulkas, handphone, sepeda gunung, mesin cuci, kipas angin dan hadiah hiburan lainnya.

4/24/2018

Di Triwulan 2 PTPN III (Persero) Salurkan Rp 1 Milyar Kepada 21 Mitra Binaan



Dengan laba yang dihasilkan dari kinerja tahun 2017, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) kembali menyalurkan dana kemitraan dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan di triwulan kedua kepada 21 UMKM (mitra binaan). Penyaluran secara simbolis dilaksanakan pada hari Rabu, 18 April 2018 di aula Elaeis Guinensis, Jalan Sei Batanghari No. 2 Medan  dengan rincian penerima bantuan kemitraan adalah terdiri dari 9 pelaku UMKM baru dan 12 mitra binaan lanjutan.

Mitra binaan baru ini adalah UMKM yang berdasarkan survey dan penilaian yang dilakukan oleh tim dari bagian PKBL dianggap mampu dan bisa mengembangkan sektor usahanya dari bantuan dana kemitraan yang diberikan ini. Untuk meningkatkan kompetensi dalam berwirausaha, pelaku UMKM juga diberikan pelatihan dan pengarahan dari mitra binaan yang sukses, STPP, penceramah agama, dan dari internal PKBL selama dua hari di ruang assessment centre.  Selain itu untuk menanggulangi risiko PTPN III bekerja sama dengan PT Asuransi Jasa Tania, Tbk di Medan untuk mengikuti program asuransi jiwa.  Untuk jaminan agunan dari para mitra binaan ke perusahaan, maka digunakan jasa notaris melalui Kantor Notaris Elza Mawarni, SH.
    
Ahmad Gusmar Harahap, SEVP SDM dan Umum PTPN III mengharapkan usaha yang dikelola para mitra binaan dapat meningkat lebih baik dan menyicil angsuran secara tepat waktu.  Ia juga mengingatkan bahwa bila kedapatan para penerima pinjaman dana bergulir ini memberikan tips kepada para petugas akan dikenai tindakan khusus kepada kedua belah pihak. “Program kemitraan ini karena perolehan laba dari perusahaan. Mari kita mendoakan perusahaan supaya tetap sukses sehingga dana bergulir dapat dinikmati lebih banyak lagi ke UKM-UKM lain,” katanya.

Amelia Nasution, Kepala Bagian PKBL pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa penyaluran dana kemitraan sudah diatur dalam peraturan Menteri BUMN. Ia mengharapkan para penerima dana bergulir melalui program kemitraan ini dapat memanfaatkan pelatihan sebaik-baiknya. Menurut Amelia, dalam paparan makalahnya menyatakan bahwa ruang lingkup sektor kemitraan yang dibantu antara lain di sektor industri, perdagangan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan jasa.

Di sesi pelatihan benyak materi diberikan diantaranya yang dipaparkan oleh Deni Sukanda, tentang kewirausahaan yang mengatakan seorang entrepreneur atau wirausahawan harus memiliki keberanian dan kemandirian dalam memecahkan masalah, sebab seorang wirausahawan adalah seorang yang berani mengambil risiko, mampu menciptakan kegiatan usaha baru, kreatif, inovatif, ulet dan memiliki ambisi, katanya memberi semangat di hadapan para mitra binaan di ruang Assessment Centre PTPN III.
            
PTPN III juga mendatangkan seorang owner dari Dapur Usaha yang telah berhasil bernama Susiani yang berbagi pengalamannya tentang tehnik mengelola usaha yang harus dimulai dari bisnis plan kemudian membuat langkah-langkah pemasaran. Susiani telah berhasil mengikuti pameran baik di tingkat lokal maupun nasional.    

4/23/2018

Doa Selamat Umroh PTPN III (Persero) Berangkatkan 63 Calon Jamaah Umroh


PT Perkebunan Nusantara III (Persero) memberangkatkan 63 orang calon jamaah umroh ke tanah suci pada hari Rabu, 18 April 2018 dalam acara doa selamat yang diselengarakan di aula Kelapa Sawit, Jalan Sei Batanghari No. 2 Medan. Adapun 63 orang tersebut terdiri dari 42 orang karyawan dan karyawati hasil seleksi yang diselenggarakan BKAI PTPN III, kemudian yang lain yakni 2 orang karyawan sebagai pendamping dan sebagian karyawan yang telah mengumpulkan biaya sendiri untuk bersama-sama mengikuti ibadah umroh.

Gusmar Harahap, SEVP SDM dan Umum dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para calon jamaah umroh dan berharap agar para jamaah menjaga kesehatan dengan menjaga makanan dan istirahat yang cukup sehingga mampu melaksanakan setiap rukun wajib yang telah ditetapkan, karena menurutnya ibadah umroh itu membutuhkan ketahanan fisik yang prima. “Saya juga menghimbau agar para jamaah mendoakan perusahaan tetap maju dan jaya selama beribadah di tanah suci,” katanya.

Jatmiko, Direktur Keuangan Holding Perkebunan yang hadir dalam kesempatan itu juga mengharapkan agar para calon jamaah memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan selama berada di tanah suci untuk berdoa dan mensyukuri segala nikmat yang telah dirasakan. “Jadilah tamu Allah dan berdoalah dengan menangis dan syukurilah semua yang telah diberikan Allah sebagai nikmat kehidupan ini,” katanya di depan hadirin.

Imron Sitompul, karyawan yang menwakili para calon jamaah umroh mengucapkan terima kasih kepada PTPN III yang telah memberikan kesempatan kepada karyawan berdasarkan hasil seleksi khusus tersebut sehingga berkesempatan pergi ke tanah suci dalam rangka ibadah.  Ia juga mengharapkan doa keselamatan sehingga pulang ke tanah air dengan selamat dan memperoleh ibadah umroh yang mabrur serta menjadi karyawan di PTPN III lebih baik lagi.

Acara dihadiri oleh para peserta calon jamaah umroh, Direktur Keuangan Holding PTPN III, SEVP Keuangan dan SEVP SDM & Umum PTPN III, para kepala bagian dan kepala urusan serta paitia. Acara berakhir pada pukul 15.00 WIB yang ditutup dengan doa dipimpin oleh Mustafa lalu dilanjutkan foto bersama. Selamat beribadah umroh!

4/10/2018

PTPN IV Ikut Serta TP4D


Corporate Secretary PTPN IV Made Supantana menyampaikan ekspose mulai dari profile PTPN IV hingga rencana pelaksanaan kegiatan pekerjaan investasi bidang teknik tahun 2018 di hadapan Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dihadiri Wakil Ketua Munasim, SH, MH (Asdatun Kejatisu), Sekretaris Futin Helen Laoli SH, Wakil Sekretaris Rinaldi, SH dan beberapa Anggota, di lantai II ruang rapat Kejatisu Jalan AH Nasution Medan, Selasa 27 Maret 2018.

Dari PTPN IV hadir selain Made Supantana juga Kabag Logistik Dasam Marwan Saragih, Kabag Teknik Darta Sembiring, PM COE Noveri Idris Butar-Butar, Kasubag Sekretaris Perusahaan, Bagian Tanaman dan Bagian Teknik.
Aspek legal standing dari PTPN IV sangat diperlukan dalam pengawalan pengamanan mulai dari awal hingga akhir pekerjaan.
Tim hanya mempunyai kewenangan meneliti kontrak apakah sesuai dengan regulasi yang berlaku di PTPN IV serta apakah harga sudah sesuai dengan HPS.

Memang diperlukan koordinasi antara PTPN IV dengan TP4D untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan konsisten dalam ketepatan waktu pekerjaan. Disamping itu juga yang perlu menjadi perhatian kontrol sosial dari wartawan/ LSM/ masyarakat supaya tidak mengganggu sistem dan prosedur yang berlaku di PTPN IV.

Ke depan agar diupayakan ada Kantor Sekretariat di PTPN IV untuk TP4D, mengingat jasa ini sangat dibutuhkan untuk  kelancaran proses pekerjaan di PTPN IV dan keterbukaan di antara tim sangat diperlukan serta adanya dokumentasi setiap kegiatan.
Tugas tim untuk memberikan penerangan hukum, pendampingan, pendapat hukum hingga penerapan regulasi dan tidak berwenang mengusulkan pemenang atau membatalkan pelelangan karena TP4D bukan bagian dari pelaksana organisasi pengadaan.

Di harapkan dengan adanya pendampingan dari TP4D mulai dari awal sampai akhir, maka PTPN IV tidak perlu ragu-ragu mengambil keputusan dan tidak perlu takut diskresi serta pelanggaran administrasi.

PTPN III (Persero) Berikan Penghargaan Kepada Mitra Binaan dan Salurkan Dana Bina Lingkungan TW II




BUMN Hadir Untuk Negeri tidak hanya menjadi slogan bagi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero), hal ini terbukti dengan program program peduli masyarakat dan lingkungan yang terus diselenggarakan oleh PTPN III (Persero). Seperti beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada Senin, (9/4/2018) PTPN III (Persero) berikan penghargaan kepada mitra binaan PTPN III terbaik melalui program Mitra Binaan Award yang dilanjutkan dengan penyaluran dana bina lingkungan kepada 63 objek penerima bantuan dengan total nilai Rp. 1.6 Milyar lebih, bertempat di Aula Elaeis Guineensis Kantor Direksi PTPN III (Persero) Medan.

Penghargaan diberikan kepada mitra binaan terbaik berdasarkan penilaian dari tim assessment yang bekerja sama dengan LPP Kampus Medan. Ada beberapa kriteria yang dinilai dalam program Mitra Binaan Award ini diantaranya adalah mempunyai progres perkembangan usaha yang bagus dan pengembalian dana bergulir yang lancar. Dari hasil penilaian maka ada enam UMKM yang menerima penghargaan yang terbagi dari dua kelompok kategori. Pertama yaitu kategori usaha mikro diberikan kepada tiga pelaku UMKM terbaik yaitu Nurhayati (Usaha tenun Annur), Hendri Tarigan (Usaha Merpati fotocopy) dan Siti Nurjanah (Usaha pusat agency/toko herbal). Kedua yaitu kategori usaha kecil terpilih tiga pelaku UMKM masing masing yaitu Abdi Setiadi (Usaha keripik Asahan/makanan ringan), Ir. Susiani (Usaha dapur reuni/snack & Cookies), dan Nur Syaidah (Usaha pondok kue Nabila).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ahmad Gusmar Harahap, SEVP SDM & Umum yang didampingi oleh Amelia Nasution selaku Kepala Bagian PKBL. Dalam sambutannya Ahmad Gusmar mengatakan bahwa PTPN III saat ini sangat fokus untuk membantu dan mendorong pengembangan UMKM khususnya yang berada di Wilayah Sumatera Utara salah satunya dengan cara mengalokasikan sebagian dari perolehan laba BUMN untuk disalurkan kepada pelaku UMKM. Selain itu Ahmad Gusmar juga berharap volume usaha pelaku UMKM mitra binaan PTPN III (Persero) semakin maju dan berkembang sehingga kesejahteraan pelaku UMKM pada khususnya dan masyarakat pada umumnya bisa meningkat.

Abdi Setiadi, yang merupakan pelaku UMKM terbaik kategori usaha kecil mengucapkan terima kasih kepada PTPN III atas bantuannya dan merasa bangga dengan terpilihnya dia sebagai salah satu pemenang Mitra Binaan Award PTPN III (Persero). “Penghargaan ini selain merupakan kebanggan pribadi saya juga merupakan tanggung jawab bagi saya untuk menciptakan kualitas produk yang lebih baik sekaligus bisa membanggakan PTPN III” Kata Abdi.

Dalam rangka meningkatkan volume Mitra Binaan, PTPN III (Persero) sendiri telah bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Utara untuk mencari dan menseleksi calon mitra binaan yang potensial untuk diberikan dana bergulir. Selain itu seluruh General Manajer di jajaran PTPN III juga ikut aktif dalam mencari pelaku UMKM potensial yang berada disekitar wilayah kerja PTPN III.

Selain pemberian penghargaan kepada Mitra Binaan, pada hari yang sama, PTPN III (Persero) juga menyalurkan dana Bina Lingkungan senilai 1.658.711.000,- kepada 63 objek penerima bantuan diantaranya adalah untuk pembangunan/renovasi rumah ibadah, kegiatan sosial, pembangunan sarana pendidikan, bangunan pemerintah dan sarana/prasarana umum lainnya. Seperti diketahui bahwa beberapa minggu yang lalu PTPN III (Persero) juga telah menyalurkan dana Bina Lingkungan kepada 86 objek penerima dengan total nilai Rp. 2.3 Miliar.

Federasi SP Bun lantik Pengurus SP Bun PTPN III (Persero) Periode 2018-2022



Federasi Serikat Pekerja Perkebunan (FSP Bun) melantik kepengurusan Serikat Pekerja Perkebunan (SP Bun) Tingkat Perusahaan PTPN III (Persero) Periode 2018 s.d 2022. pada Jumat (6/4/2018) bertempat di Hotel Four Point Medan.
Pelantikan pengurus SP Bun PTPN III langsung dipimpin oleh Tuhu Bangun selaku Ketua Umum Federasi SP Bun. Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara nomor : FSP Bun/SKep/003/III/2018 tentang Susunan Komposisi dan Personalia Pengurus Serikat Pekerja Perkebunan PTPN III (Persero) Masa Bhakti 2018-2022, yang memutuskan Tio Handoko sebagai Ketua Umum SP Bun PTPN III (Persero).
Tio Handoko usai dilantik mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersusah payah untuk membangun dan membawa iklim yang kondusif kembali kepada suasana hubungan industrial yang ada di PTPN III (Persero). “Apapun jabatan Kita dikepengurusan SP Bun ini, ingat Kita adalah pengurus bukan orang yang harus diurus. Ada 21.000 orang lebih pekerja perkebunan dan ada sekian banyak permasalahan disetiap unit yang harus segera kita bantu dalam penyelesaian permasalahannya” pungkas Tio Handoko kepada Jajaran Pengurus yang baru saja dilantik. Selain itu, Tio juga mengajak semua insan PTPN III untuk bersihkan hati dan pikiran dalam mencapai hasil yang maksimal. “Kami selaku pengurus tingkat perusahaan beserta seluruh basis siap untuk mengamankan produksi dan siap untuk mengamankan masa depan yang lebih baik untuk PTPN III” Tambah Tio Handoko.

Tio juga menambahkan bahwa adanya Muslub dan gonjang ganjing yang terjadi beberapa waktu lalu adalah catatan sejarah bagi SP Bun PTPN III dan itu merupakan dinamika yang wajar dalam berorganisasi. “Hari ini dinamika dan dikotomi tersebut sudah tidak ada lagi, semua kita sudah bersatu kembali, bersatu dengan energi yang kuat untuk membawa kita kepada PTPN III yang lebih baik” Tegas Tio.

Tuhu Bangun selaku Ketua Umum Federasi SP Bun dalam sambutannya mengucapkan selamat dan sukses kepada Pengurus yang sudah dilantik dan juga berpesan kepada SP Bun agar bersama sama menjadikan PTPN III menjadi Perusahaan yang luar biasa. “Mari bangkitkan semangat dan tumbuhkan nilai nilai perjuangan, apapun permasalahan yang terjadi mari selesaikan secara arif dan bijaksana”. Kata Tuhu Bangun.

Pada kesempatan yang sama, Frans Bangun, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara juga mengucapkan selamat atas pelantikan Pengurus SP Bun PTPN III dan hendaknya momentum pelantikan ini dijadikan dasar bagi SP Bun untuk menjadi Serikat Pekerja besar sekaligus sebagai mitra dari Perusahaan dalam memperjuangkan kepentingan karyawan.

Dalam sambutannya Seger Budiarjo, Direktur SDM & Umum PTPN III (Persero) Holding mengungkapkan apresiasi terhadap SP Bun PTPN III, ia berharap eksistensi SP Bun senantiasa memberi ruang dan arti positif dalam mendorong kemajuan perusahaan, dinamika dalam berorganisasi adalah hal yang wajar dan setiap dinamika yang ada dalam berorganisasi akan mudah dilalui dan diselesaikan apabila ada iktikad baik dalam berorganisasi tersebut.

Adapun komposisi dan susunan personalia yang telah dilantik adalah Hiras Gumanti (Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi), Tio Handoko (Ketua Umum), Tengku Rinel (Ketua Harian), Junaidi SP (Sekretaris Umum), Rina Tanjung (Bendahara Umum) dan beberapa seksi/ bidang diantaranya adalah seksi perlindungan dan pembelaan, seksi pendidikan dan latihan, seksi pengembangan usaha, seksi hubungan antar lembaga dan umum, seksi pemberdayaan perempuan, seksi analisis perusahaan seksi satgas dan brigade juga seksi sekretariat.

4/03/2018

Final Summit Pelatihan dan Pendampingan Implementasi 4DX Tahap II Sukses Dilaksanakan



Final Summit Pelatihan dan Pendampingan Implementasi 4DX Tahap II yang berlangsung di gedung Elaeis Guineensis pada hari Kamis, 29 Maret 2018 telah ditutup oleh Alexander Maha, SEVP Koordinator didampingi Gusmar Harahap, SEVP SDM dan Umum bersama konsultan dari Dunamis Intermaster, Harry Subayu dan Novri Hardi.  Hadir  kepala biro/bagian, para general manajer dari Distrik Labuhan Batu III, Distrik Serdang I, Distrik Serdang II dan Distrik Aceh Timur serta sebagian para Manajer dan Asisten Tanaman sebagai peserta untuk kegiatan implementasi tentang empat pilar pelaksanaan disiplin kerja di lingkungan perusahaan melalui pelatihan the 4 diciplines of execution-4Dx.   

Pada evaluasi 4DX tahap kedua dimulai dengan presentasi dari  masing-masing champion dan certified managers dari bagian akuntansi, komersil dan pengadaan kemudian dilanjutkan dari masing-masing Distrik yang diwakili oleh General Manajer. Setelah itu penyerahan certified managers 4DX dari Dunamis Intermaster kepada kebun/unit yang diterima oleh Genaral Manager dan kepada bagian-bagian kantor Direksi yang diterima oleh masing-masing Kepala Bagian.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan dan reward dari PTPN III (Persero) kepada Distrik, Kebun, PKS dan Afdeling terbaik dalam mengimplementasikan 4DX.  Distrik Terbaik diraih oleh Distrik Serdang I, diterima Edy Primsa Tarigan (GM Distrik Serdanag I), hadiah yang diperoleh berupa piagam dan paket liburan ke Bandung selama tiga hari dua malam. Untuk kebun terbaik diraih Kebun Sisumut, diterima Budi Susilo memperoleh piagam penghargaan, paket liburan ke Bandung selama tiga hari dua malam. Kemudian PKS terbaik diraih PKS Rambutan yang diterima Dhani Diansurya Hasibuan, menerima piagam dan paket liburan ke Bandung selama tiga hari dua malam.  

Untuk kategori afdeling terbaik memperoleh piagam dan paket liburan menginap di mess Danau Toba selama tiga hari dua malam yang diraih oleh Afdeling II Kebun Rantauprapat diterima Andar Laurel Sitepu (satu orang asisten dan lima orang  pemanen/penderes terbaik), Afdeling VII Kebun Rambutan diterima Amri Zatasa (satu orang asisten dan tiga pemanen/penderes terbaik) kemudian Afdeling II Kebun Dusun Hulu diterima Alpino Damanik (satu asisten dan dua pemanen/penderes terbaik). Pemberian penghargaan diserahkan Alexander Maha dan Gusmar Harahap.

Hari Subayu mengucapkan terima kasih kepada PTPN III atas kepercayaannya pada Dunamis Intermaster sehingga pelaksanaan the 4DX terlaksana untuk kedua kalinya.  Ia mengapresiasi capaian yang diraih peserta. Alexander Maha dalam kesempatan yang sama mengucapkan selamat berlibur kepada para penerima penghargaan dan berharap agar pelatihan the 4DX bisa memberi arti bagi kemajuan perusahaan di masa depan. 

3/26/2018

PTPN III (Persero) Salurkan 2,3 Miliar Bantuan Bina Lingkungan


PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) kembali menyalurkan bantuan melalui Program Bina Lingkungan untuk periode Triwulan I (satu) kepada masyarakat Sumatera Utara. Bantuan Bina Lingkungan untuk periode ini senilai Rp. 2.347.969.374,- dan terdiri dari 86 objek penerima bantuan yang diantaranya adalah pembangunan/renovasi rumah ibadah, kegiatan sosial, pembangunan sarana pendidikan, bangunan pemerintah dan sarana/prasarana umum lainnya. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada hari Jumat (23/3/2018) bertempat di Aula Elaeis Guineensis Kantor Direksi PTPN III (Persero) Medan dan diserahkan langsung secara simbolis oleh Ahmad Gusmar Harahap selaku SEVP SDM & Umum PTPN III (Persero) yang didampingi oleh Kepala Bagian PKBL, Amelia Nasution.
Bantuan ini merupakan wujud komitmen kepedulian PTPN III (Persero) terhadap pembinaan lingkungan sekitar. Penerima bantuan adalah masyarakat atau stakeholder yang berada disekitar wilayah kerja operasional PTPN III (Persero).
Dalam sambutannya, Ahmad Gusmar Harahap mengatakan bahwa PTPN III (Persero) memiliki komitmen kuat untuk membantu masyarakat sekitar. Salah satunya adalah dengan menyalurkan bantuan bina lingkungan yang merupakan kewajiban dari BUMN dan merupakan salah satu Program BUMN Hadir Untuk Negeri. “Kami terus berupaya agar keberadaan PTPN III (Persero) sebagai salah satu BUMN juga dirasakan oleh masyarakat sekitar dan masyarakat memperoleh manfaat dari keberadaan Perusahaan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat yang sangat berarti bagi kita semua”. kata Ahmad Gusmar.
Selain itu, Ahmad Gusmar juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini harus berjalan dengan baik, tidak boleh ada permainan dari oknum karyawan Perusahaan yang mencoba mengambil kesempatan dalam penyaluran ini, jika seandainya ditemukan hal yang demikian maka silahkan melaporkan karyawan tersebut kepada manajemen untuk ditindak tegas. Hal ini sejalan dengan budaya kerja Perusahaan yaitu Jujur, Tulus, dan Ikhlas.
Pada kesempatan yang sama, Ahmad Gusmar juga mengharapkan kepada penerima bantuan agar terus mendoakan PTPN III (Persero) agar PTPN III (Persero) kedepannya bisa lebih baik lagi dalam penggalian produksi dan harga jual yang mendukung sehingga PTPN III (Persero) bisa terus hadir untuk membantu masyarakat  melalui Program Bina Lingkungan ini.
Drg. Anitta Pattiradjawane dalam sambutannya mewakili penerima bantuan mengucapkan terima kasih kepada PTPN III (Persero) atas bantuan dan kepeduliannya kepada masyarakat. “Mudah-mudahan PTPN III (Persero) bisa selalu eksis dan selalu dekat dengan masyarakat “ imbuhnya.

Bantuan Bina Lingkungan Triwulan I ini akan diserahkan dalam bentuk uang dan akan ditransfer ke rekening masing-masing penerima bantuan, dengan tujuan agar lebih mudah dalam penyalurannya dan para penerima bantuan juga bisa menggunakan sesuai kebutuhan.

2/23/2018

Tio Handoko Terpilih Sebagai Ketum SP Bun PTPN III Periode 2018 – 2022 Dalam MUSLUBSERJATIP



Tio Handoko terpilih dan dikukuhkan menjadi Ketua Umum SP Bun PTPN III (Persero) pada Musyawarah Luar Biasa Serikat Pekerja Perkebunan Tingkat Perusahaan (MUSLUBSERJATIP) PTPN III (Persero) 21 Februari 2018 di Gedung Pamitran, DSER II Sei Karang. 40 basis dari 52 basis yang ada mendukung dan memilih Tio Handoko sebagai ketua umum dan dipercaya untuk memimpin SP Bun 4 tahun kedepan. 

Tio Handoko adalah salah satu tokoh pendiri SP Bun, jiwa berorganisasi sudah mendarah daging pada diri beliau sehingga para pengurus basis yakin dan percaya Tio Handoko bisa membawa SP Bun kearah yang lebih baik dalam rangka memperjuangkan kesejahteraan karyawan tanpa mengenyampingkan hubungan industrial yang serasi dan berkeadilan.
Tio Handoko yang mendapat dukungan dari 40 basis dalam pidato perdananya usai dilantik dan dikukuhkan mengungkapkan rasa terima kasih kepada rekan-rekan pengurus basis yang telah mempercayakan kepada dirinya untuk memimpin SP Bun PTPN III. 
Tio mengajak setiap unsur pengurus dan anggota SP Bun tetap mempertahankan soliditas dalam menjalankan roda organisasi tanpa mengenyampingkan dinamika yang ada, dan sebagai salah satu fungsi utama serikat pekerja maka perjuangan SP Bun untuk membela karyawan harus tetap dilaksanakan dengan tetap menjalin hubungan industrial yang harmonis. “Harmonis itu penting tanpa harus menghilangkan entitas sebagai pejuang hak karyawan” Tegas Tio.
Seger Budiarjo, Direktur SDM & Umum PTPN III (Persero) Holding dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi terhadap SP Bun PTPN III, ia berharap eksistensi SP Bun senantiasa memberi ruang dan arti positif dalam mendorong kemajuan perusahaan, setiap dinamika yang ada dalam berorganisasi akan mudah dilalui dan diselesaikan apabila ada iktikad baik dalam berorganisasi tersebut. 
Begitu juga sambutan dari pihak Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, yang disampaikan oleh Ir. Raijon, SH (Kepala Seksi Persyaratan Kerja) mengatakan bahwa serikat pekerja bertujuan untuk membela kepentingan karyawan, meningkatkan kesejahteraan karyawan dan menciptakan hubungan yang dinamis, harmonis dan berkeadilan. Ia berharap SP Bun agar dapat menjadi serikat pekerja yang sehat, kuat, demokratis dan bertanggung jawab terutama dapat menjalin komunikasi positif kepada semua pihak.
Para pengurus harian yang terpilih sebagai unsur ketua adalah Tengku Rinel, Yudi Cahyadi, Hadisaputra, David Sinaga, Dedy Sastra, Ahmad Kamil. Sebagai Sekretaris  Umum adalah Junaidi dan Bendahara umum dijabat oleh Syahriadi Siregar.
Seperti diketahui, MUSLUBSERJATIP dilaksanakan atas permintaan sebagian besar pengurus basis yang merasa kecewa dan menilai pengurus SP Bun  tingkat Perusahaan yang lama dianggap tidak layak dan cakap untuk mengemban amanah organisasi. Rasa kekecewaan ini dituangkan dalam surat pernyataan sikap yang diserahkan oleh pengurus basis kepada Christian Orchard pada Senin (19/2) yang lalu.

2/22/2018

Minyak Kelapa Sawit Indonesia


Minyak kelapa sawit adalah salah satu minyak yang paling banyak dikomsumsi dan diproduksi di dunia. Minyak yang murah, mudah diproduksi dan sangat stabil ini digunakan untuk berbagai variasi makanan, komestik, produk kebersihan, dan juga bias digunakan sebagai sumber biofuel atau biodiesel. Kebanyakan minyak sawit diproduksi di asia, Afrika dan Amerika selatan karena pohon kelapa sawit membutuhkan suhu hangat, sinar matahari, dan curah hujan tinggi untuk memaksimalkan produksinya.

Efek samping yang negatif dari produksi minyak sawit - selain dampaknya kepada kesehatan manusia karena mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi - adalah fakta bahwa bisnis minyak sawit menjadi sebab kunci dari penggundulan hutan di negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia. Indonesia adalah produsen dan eksportir terbesar minyak sawit di dunia. Namun Indonesian juga merupakan penghasil gas emisi rumah kaca terbesar setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Amerika Serikat (AS).

Produksi minyak sawit dunia didominasi oleh Indonesia dan Malaysia. Kedua negara ini secara total menghasilkan sekitar 85-90% dari total produksi minyak sawit dunia. Indonesia adalah produsen dan eksportir minyak sawit yang terbesar.

Dalam jangka panjang, permintaan dunia akan minyak sawit menunjukkan kecenderungan meningkat sejalan dengan jumlah populasi dunia yang bertumbuh dan karenanya meningkatkan konsumsi produk-produk dengan bahan baku minyak sawit seperti produk makanan dan kosmetik. Sementara itu, pemerintah di berbagai negara sedang mendukung pemakaian biofuel.

Ekspektasi Produksi Minyak Kelapa Sawit 2016:

Negara
 Produksi
(ton metrik)
Indonesia
36,000,000
Malaysia
21,000,000
Thailand
 2,200,000
Kolombia
 1,320,000
Nigeria
   970,000
Dunia
58,800,000
Sumber: Index Mundi
Produksi dan Ekspor Minyak Kelapa Sawit di Indonesia
Hanya beberapa industri di Indonesia yang menunjukkan perkembangan secepat industri minyak kelapa sawit selama 20 tahun terakhir. Pertumbuhan ini tampak dalam jumlah produksi dan ekspor dari Indonesia dan juga dari pertumbuhan luas area perkebunan sawit. Didorong oleh permintaan global yang terus meningkat dan keuntungan yang juga naik, budidaya kelapa sawit telah ditingkatkan secara signifikan baik oleh petani kecil maupun para pengusaha besar di Indonesia (dengan imbas negatif pada lingkungan hidup dan penurunan jumlah produksi hasil-hasil pertanian lain karena banyak petani beralih ke budidaya kelapa sawit).

Mayoritas hasil produksi minyak kelapa sawit Indonesia diekspor. Negara-negara tujuan ekspor yang paling penting adalah RRT, India, Pakistan, Malaysia, dan Belanda. Walaupun angkanya sangat tidak signifikan, Indonesia juga mengimpor minyak sawit, terutama dari India.

Memang mayoritas dari minyak sawit yang diproduksi di Indonesia diekspor (lihat tabel di bawah). Namun, karena populasi Indonesia terus bertumbuh (disertai kelas menengah yang berkembang pesat) dan dukungan pemerintah untuk program biodiesel, permintaan minyak sawit domestik di Indonesia juga terus berkembang. Meningkatnya permintaan minyak sawit dalam negeri sebenarnya bisa berarti bahwa pengiriman minyak sawit mentah dari Indonesia akan mandek di tahun-tahun mendatang jika pemerintah Indonesia tetap berkomitmen terhadap moratorium konversi lahan gambut (baca lebih lanjut di bawah).

Produksi dan Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia:


2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
Produksi
(juta ton)
 19.2
 19.4
 21.8
 23.5
 26.5
 30.0
 31.5
 32.5
 32.0
Export
(juta ton)
 15.1
 17.1
 17.1
 17.6
 18.2
 22.4
 21.7
 26.4
 27.0
Export
(dollar AS)
 15.6
 10.0
 16.4
 20.2
 21.6
 20.6
 21.1
 18.6
 18.6
Luas Areal
(juta ha)
 n.a.
 n.a.
 n.a.
 n.a.
  9.6
 10.5
 10.7
 11.4
 11.8
Sumber: Indonesian Palm Oil Producers Association (Gapki) & Indonesian Ministry of Agriculture
Tabel di atas menunjukkan bahwa produksi kelapa sawit naik drastis selama satu dekade terakhir. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyatakan Indonesia bisa memproduksi paling tidak 40 juta ton kelapa sawit per tahun mulai dari tahun 2020.

Industri perkebunan dan pengolahan sawit adalah industri kunci bagi perekonomian Indonesia: ekspor minyak kelapa sawit adalah penghasil devisa yang penting dan industri ini memberikan kesempatan kerjabagi jutaan orang Indonesia. Dalam hal pertanian, minyak sawit merupakan industri terpenting di Indonesia yang menyumbang di antara 1,5 - 2,5 persen terhadap total produk domestik bruto (PDB).

Hampir 70% perkebunan kelapa sawit terletak di Sumatra, tempat industri ini dimulai sejak masa kolonial Belanda. Sebagian besar dari sisanya - sekitar 30% - berada di pulau Kalimantan.

1.    Sumatra
2.    Kalimantan
3.    Dalam hal geografi, Riau adalah produsen minyak sawit terbesar di Indonesia, disusul oleh Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat.
4.    Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah total luas area perkebunan sawit di Indonesia pada saat ini mencapai sekitar 11.9 juta hektar; hampir tiga kali lipat dari luas area di tahun 2000 waktu sekitar 4 juta hektar lahan di Indonesia dipergunakan untuk perkebunan kelapa sawit. Jumlah ini diduga akan bertambah menjadi 13 juta hektar pada tahun 2020.
5.    Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memainkan peran yang sangat sederhana di sektor kelapa sawit Indonesia karena mereka memiliki perkebunan yang relatif sedikit, sementara perusahaan-perusahaan swasta besar (misalnya, Wilmar Group dan Sinar Mas Group) dominan karena menghasilkan sedikit lebih dari setengah dari total produksi minyak sawit di Indonesia. Para petani skala kecil memproduksi sekitar 40 persen dari total produksi Indonesia. Namun kebanyakan petani kecil ini sangat rentan keadaannya apabila terjadi penurunan harga minyak kelapa sawit dunia karena mereka tidak dapat menikmati cadangan uang tunai (atau pinjaman bank) seperti yang dinikmati perusahaan besar.

Perusahaan-perusahaan besar di Indonesia (contohnya Unilever Indonesia) telah atau sedang melakukan investasi-investasi untuk meningkatkan kapasitas penyulingan minyak sawit. Hal ini sesuai dengan ambisi Pemerintah Indonesia untuk mendapatkan lebih banyak penghasilan dari sumber daya alam dalam negeri. Indonesia selama ini berfokus (dan tergantung) pada ekspor minyak sawit mentah (dan bahan baku mentah lainnya) namun selama beberapa tahun terakhir ini mau mendorong proses pengolahan produk sumber daya alam supaya memiliki harga jual yang lebih tinggi (dan yang berfungsi sebagai penyangga saat meluncurnya harga minyak sawit. Kapasitas penyulingan di Indonesia melompat menjadi 45 juta ton per tahun pada awal 2015, naik dari 30,7 juta ton pada tahun 2013, dan lebih dari dua kali lipat kapasitas di tahun 2012 yaitu 21,3 juta ton.

Kebijakan Pajak Ekspor Minyak Sawit Indonesia

Untuk meningkatkan perkembangan di industri hilir sektor kelapa sawit, pajak ekspor untuk produk minyak sawit yang telah disuling telah dipotong dalam beberapa tahun belakangan ini. Sementara itu, pajak ekspor minyak sawit mentah (CPO) berada di antara 0%-22,5% tergantung pada harga minyak sawit internasional. Indonesia memiliki 'mekanisme otomatis' sehingga ketika harga CPO acuan Pemerintah (berdasarkan harga CPO lokal dan internasional) jatuh di bawah 750 dollar Amerika Serikat (AS) per metrik ton, pajak ekspor dipotong menjadi 0%. Ini terjadi di antara Oktober 2014 dan Mei 2016 waktu harga acuan ini jatuh di bawah 750 dollar AS per metrik ton.
Masalahnya, bebas pajak ekspor berarti Pemerintah kehilangan sebagian besar pendapatan pajak ekspor (yang sangat dibutuhkan) dari industri minyak sawit. Maka Pemerintah memutuskan untuk mengintroduksi pungutan ekspor minyak sawit di pertengahan 2015. Pungutan sebesar 50 dollar Amerika Serikat (AS) per metrik ton diterapkan untuk ekspor minyak sawit mentah dan pungutan senilai 30 dollar AS per metrik ton ditetapkan untuk ekspor produk-produk minyak sawit olahan. Pendapatan dari pungutan baru ini digunakan (sebagian) untuk mendanai program subsidi biodiesel Pemerintah.

Apa lima faktor yang mempengaruhi harga minyak kelapa sawit?
(1) permintaan & persediaan
(2) harga minyak nabati lain (terutama kedelai)
(3) cuaca
(4) kebijakan impor negara-negara yang mengimpor minyak kelapa sawit
(5) perubahan dalam kebijakan pajak dan pungutan ekspor/impor
Pada Februari 2015, Pemerintah mengumumkan kenaikan subsidi biofuel dari Rp 1.500 per liter menjadi Rp 4.000 per liter, sebuah upaya untuk melindungi para produsen biofuel domestik. Melalui program biodiesel ini, Pemerintah mengkompensasi para produsen karena perbedaan harga antara diesel biasa dan biodiesel yang terjadi akibat rendahnya harga minyak mentah dunia (sejak pertengahan 2014). Selain untuk mendanai subsidi ini, hasil dari pungutan ekspor juga disalurkan untuk penanaman kembali, penelitian, dan pengembangan sumberdaya manusia di industri minyak sawit Indonesia.

Isu-Isu Lingkungan Hidup Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia

Pemerintah Indonesia telah sering dikritik kelompok-kelompok pencinta lingkungan hidup karena terlalu banyak memberikan ruang untuk perkebunan kelapa sawit (yang berdampak pada penggundulan hutan dan penghancuran lahan bakau). Maka - dan sejalan dengan semakin banyaknya perusahaan internasional yang mencari minyak sawit ramah lingkungan sesuai dengan kriteria Roundtable on Sustainable Palm Oil - perkebunan-perkebunan di Indonesia dan Pemerintah perlu mengembangkan kebijakan-kebijakan ramah lingkungan. Para pemerintah negara-negara Barat (misalnya Uni Eropa) telah membuat aturan-aturan hukum yang lebih ketat mengenai produk-produk impor yang mengandung minyak sawit, dan karena itu mendorong produksi minyak sawit yang ramah lingkungan.
Pada tahun 2011, Indonesia medirikan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing global dari minyak sawit Indonesia dan mengaturnya dalam aturan-aturan ramah lingkungan yang lebih ketat. Semua produsen minyak sawit di Indonesia didorong untuk mendapatkan sertifikasi ISPO. Namun, ISPO ini tidak diakui secara internasional.

Moratorium Mengenai Konsesi Baru Hutan Perawan

Pemerintah Indonesia menandatangani moratorium berjangka waktu dua tahun mengenai hutan primer yang mulai berlaku 20 Mei 2011 dan selesai masa berlakunya pada Mei 2013. Setelah habis masa berlakunya, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono memperpanjang moratorium ke dua tahun selanjutnya. Moratorium ini mengimplikasikan pemberhentian sementara dari pemberian izin-izin baru untuk menggunakan area hutan hujan tropis dan lahan bakau di Indonesia. Sebagai gantinya Indonesia menerima paket 1 milyar dollar AS dari Norwegia. Pada beberapa kesempatan, media internasional melaporkan bahwa moratorium ini telah dilanggar oleh perusahaan-perusahaan Indonesia. Kendati begitu, moratorium ini berhasil membatasi - untuk sementara - ekspansi perkebunan-perkebunan sawit. Pihak-pihak yang skeptis terhadap moratorium tersebut menunjukkan bahwa sebelum penerapannya Pemerintah Indonesia telah memberikan konsesi tanah seluas 9 juta hektar untuk lahan baru. Selain itu, perusahaan-perusahaan besar minyak sawit masih memiliki lahan luas yang baru setengahnya ditanami, berarti masih banyak ruang untuk ekspansi. Pada Mei 2015, Presiden Joko Widodo kembali memperpanjang moratorium ini untuk periode 2 tahun.
Prospek Masa Depan Industri Minyak Sawit di Indonesia
Era Boom Komoditi 2000-an membawa berkat bagi Indonesia karena berlimpahnya sumberdaya alam negara ini. Harga minyak sawit naik tajam setelah tahun 2005 namun krisis global menyebabkan penurunan tajam harga CPO di tahun 2008. Terjadi rebound yang kuat namun setelah tahun 2011 harga CPO telah melemah, terutama karena permintaan dari RRT telah menurun, sementara rendahnya harga minyak mentah (sejak pertengahan 2014) mengurangi permintaan biofuel berbahan baku minyak sawit. Karena itu, prospek industri minyak sawit suram dalam jangka waktu pendek, terutama karena Indonesia masih terlalu bergantung pada CPO dibandingkan produk-produk minyak sawit olahan.

Pada saat permintaan global kuat, bisnis minyak sawit di Indonesia menguntungkan karena alasan-alasan berikut:

 Margin laba yang besar, sementara komoditi ini mudah diproduksi
 Permintaan internasional yang besar dan terus berkembang seiring kenaikan jumlah penduduk global
 Biaya produksi minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia adalah yang paling murah di dunia
 Tingkat produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan produk minyak nabati
 Penggunaan biofuel diduga akan meningkat secara signifikan, sementara penggunaan besin diperkirakan akan berkurang
Masalah-masalah apa yang menghalangi perkembangan industri minyak sawit dunia?
 Kesadaran bahwa penting untuk membuat lebih banyak kebijakan ramah lingkungan
 Konflik masalah tanah dengan penduduk lokal karena ketidakjelasan kepemilikan tanah
 Ketidakjelasan hukum dan perundang-undangan
 Biaya logistik yang tinggi karena kurangnya
 kualitas dan kuantitas infrastruktur

Sumber : https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/minyak-sawit/item166?