Tampilkan postingan dengan label Sawit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sawit. Tampilkan semua postingan

2/22/2018

Bakar Hutan untuk Buka Kebun Sawit, Warga Riau Ditangkap

Pekanbaru - Seorang warga ditangkap karena buka kebun sawit dengan cara membakar di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Padahal pihak kepolisian sudah berulang kali menangkap kasus kebakaran lahan dan hutan (Karhutla).

"Kita telah mengamankan seorang warga yang membuka kebun sawit dengan cara dibakar akhir pekan kemarin. Beruntung api bisa segera kita padamkan di lokasi, jika tidak, maka tentunya akan meluas ke mana-mana," kata Kasat Reskrim Polres Rohul, AKP Harry Avianto kepada detikcom, Kamis (22/2/2018).

Warga yang diamankan itu berinisial S (50) warga Desa Kepenuhan Baru, Kecamatan Kepenuhan, Rohul. Dari tangan pelaku disita barang bukti berupa korek api, ban bekas sepeda motor dan kayu.

"Ban bekas ini berfungsi untuk membakar lahan yang akan dijadikan kebun sawit," kata Harry.


Berdasarkan hasil pantauan hotspot adanya titik api Kecamatan Kepenuhan pada akhir pekan lalu. Lantas tim melakukan penelusuran untuk mencari titik api tersebut.
"Saat ditemukan, kita melihat asap sudah membubung. Tim berupaya untuk melakukan pemadaman secepatnya. Apipun berhasil dipadamkan," kata Harry.


Dari sana, pihak kepolisian lantas melakukan penyelidikan atas kepemilikan lahan. Seorang pria insial S berhasil diamankan di dalam gubuk yang tak jauh dari lokasi yang terbakar.


"Hasil pemeriksaan, S mengakui perbuatannya sengaja membakar lahan. Dia berencana untuk membuka kebun sawit seluas dua hektare. Lokasi kebakaran sudah kita beri plang untuk proses penyedikan," tutup Harry.







Sumber : News.Detik.com


7 Tips Memelihara Kelapa Sawit agar Berbuah Banyak


Bagaimana caranya memelihara kelapa sawit agar berbuah banyak? Tujuan utama membudidayakan kelapa sawit adalah untuk mendapatkan buah. Semakin banyak buah yang diperoleh, maka semakin besar pula keuntungan yang didapatkan oleh petani.
Faktanya tingkat produktifitas tanaman kelapa sawit berbanding lurus dengan bentuk pemeliharaannya. Apabila pohon sawit dipelihara dengan benar, maka pohon tersebut pun akan menghasilkan buah dalam jumlah yang melmpah. Begitu pula sebaliknya jika pohon sawit kurang mendapatkan perawatan, buah yang dihasilkan oleh pohon tersebut pun menjadi kurang maksimal.

Namun sebagai pebisnis, kita juga wajib memperhatikan biaya yang dikeluarkan selama merawat kelapa sawit. Pemakaian anggaran dapat dikatakan tepat bila biaya tersebut mampu menghasilkan tanaman kelapa sawit yang menghasilkan buah yang optimal. Perhatikan faktor-faktor berikut ini untuk memaksimalkan penggunaan anggaran biaya pemeliharaan kelapa sawit :

1. Penyesuaian Metode dengan Lingkungan
Metode pemeliharaan kelapa sawit harus disesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Mungkin saja bentuk perawatan pohon sawit di suatu daerah berbeda dengan daerah lainnya. Sebagai contoh, tanaman yang dipelihara di lahan gambut membutuhkan unsur hara mikro seperti Cu dan Fe dalam jumlah yang melimpah. Kelapa sawit di daerah gambut juga memerlukan sistem drainase yang baik untuk mencukupi kebutuhan airnya. Hal ini berbeda dengan kelapa-kelapa sawit yang ditanam di lahan mineral yang tidak terlalu membutuhkan mineral Cu dan Fe.

2. Penggunaan Alat Berteknologi Tinggi
Seiring berjalannya waktu, dunia terus mengalami perkembangan. Tak terkecuali dengan alat-alat pertanian. Saat ini sudah banyak alat pertanian yang ditanami dengan teknologi bersistem mekanis. Walaupun biaya pengadaannya lumayan mahal, namun jika dihitung dengan membandingkannya terhadap alat manual, peralatan mekanis mampu memberikan hasil yang lebih maksimal. Jadi sebagai seorang investor yang baik, Anda harus selalu memperbaharui informasi tentang peralatan pertanian yang modern ini dan membelinya jika memang benar-benar diperlukan.

3. Pengendalian Gulma secara Intensif
Gulma adalah tanaman pengganggu yang tumbuh di area lahan kelapa sawit. Adanya gulma akan mengurangi unsur hara yang tersimpan di dalam tanah yang notabene sangat dibutuhkan oleh pohon sawit dalam mendukung pertumbuhannya. Gulma yang paling berbahaya bagi pohon sawit yakni gulma di kelas A seperti bambu, pisang, ilalang, senduduk, dan sebagainya. Pengendalian gulma dapat dilakukan baik secara mekanis maupun kimiawi.

4. Pemeberantasan Hama dan Penyakit
Terdapat cukup banyak hama dan penyakit yang sering ditemukan menyerang tanaman kelapa sawit. Hama dan penyakit tersebut dapat menyerang sekujur pohon kelapa sawit mulai dari akar, batang, pelepah, daun, bunga, hingga buah. Pemberantasan yang tepat terhadap hama dan penyakit ini sejak dini mampu mempertahankan produktifitas pohon sawit yang Anda pelihara.

5. Pemupukan dengan Jadwal dan Dosis yang Tepat
Pemupukan kelapa sawit tidak boleh dilakukan sembarangan. Pemupukan ini harus dikerjakan menurut jadwal yang telah disusun sebelumnya dan menggunakan dosis yang tepat. Beberapa pupuk yang sering dipakai untuk pohon sawit antara lain urea, ZA, KCI, dolomit, TSP, dan borate. Tak ketinggalan beberapa petani kerap pula memberikan pupuk berupa cuprum dan ferrit.

6. Penunasan yang Diatur
Tujuan penunasan adalah untuk mempertahankan struktur pohon kelapa sawit, membersihkan tanaman, dan meningkatkan produktifitasnya. Pegerjaan penunasan wajib disesuaikan terhadap umur dari tanaman tersebut. Contohnya tanaman yang berumur kurang dari 9 tahun maka tunasannya harus songgo 3, sedangkan pada tanaman yang berumur sekitar 9-15 tahun perlu ditunas dengan songgo 2. Sementara itu, tanaman yang sudah berusia lebih dari 15 tahun membutuhkan tunasan songgo 1.

7. Prosedur Pemanenan yang Benar
Proses pemanenan buah kelapa sawit harus dilaksanakan dengan teknik yang benar. Jika salah, maka besar kemungkinan hal tersebut dapat menyebabkan tanaman mengalami stres. Akibatnya pun dapat ditebak yaitu pohon sawit enggan mengeluarkan bunga lagi sebagai calon bakal buah.

Nilai Ekspor Sawit RI pada 2017 Tertinggi Sepanjang Sejarah


Jakarta - Industri sawit Indonesia mencatatkan kinerja yang baik pada 2017. Bahkan, nilai sumbangan devisa minyak sawit meningkat seiring kenaikan volume ekspor dan harga yang cukup baik.

Pada 2017, nilai ekspor minyak sawit Indonesia menembus US$ 22,97 miliar, naik 26 persen dibandingkan 2016 yang hanya mencapai US$ 18,22 miliar.

"Nilai ekspor minyak sawit tahun 2017 ini merupakan nilai tertinggi yang pernah dicapai sepanjang sejarah ekspor minyak sawit Indonesia. Pada 2017, hampir semua negara tujuan utama ekspor minyak sawit Indonesia mencatatkan kenaikan permintaan minyak sawitnya," ujar Sekjen GAPKI Togar Sitanggang di kantornya, Selasa (30/1/2018).

India mencatatkan kenaikan permintaan yang signifikan baik secara volume maupun persentase. Permintaan dari India misalnya, menembus 7,63 juta ton atau naik 1,84 juta ton atau naik 32 persen dibandingkan dengan tahun 2016 di mana total permintaan sebesar 5,78 juta ton.

Berdasarkan data olahan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi CPO pada 2017 mencapai 38,17 juta ton dan PKO sebesar 3,05 juta ton sehingga total keseluruhan produksi minyak sawit Indonesia adalah 41,98 juta ton.

Angka ini menunjukkan peningkatan produksi sebesar 18 persen jika dibandingkan dengan produksi pada 2016 mencapai 35,57 juta ton yang terdiri dari CPO 32,52 juta ton dan PKO 3,05 juta ton.

"Sementara itu stok minyak sawit Indonesia pada akhir 2017 adalah 4,02 juta ton," kata

Sementara itu harga rata-rata CPO tercatat US$ 714,3 per metrik ton atau meningkat 2 persen dibandingkan dengan harga rata-rata pada2016, yaitu US$ 700,4 per metrik ton.

Data yang diolah GAPKI berasal berbagai sumber, seperti Kementerian ESDM, Kementan, Kemenperin, BPS, GAPKI, APROBI, GIMNI, APOLIN, AIMMI dan BPDPKS.

Namun ekspor minyak sawit Indonesia (CPO dan turunannya) tidak termasuk biodiesel dan oleochemical pada 2017 yang meningkat cukup signifikan, mencapai 23 persen atau dari 25,11 juta ton pada 2016 menjadi 31,05 juta ton di 2017.

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/3243705/nilai-ekspor-sawit-ri-pada-2017-tertinggi-sepanjang-sejarah

 


2/20/2018

232 Hektare kebun Kelapa Sawit di Langkat Diremajakan

Langkat - Program peremajaan perkebunan kelapa sawit petani di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dilaksanakan seluas 232 hektare dari pengusulan yang dilakukan seluas 400 hektare.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat Nasuruddin, di Stabat, Rabu.

Nasiruddin menjelaskan program peremajaan kelapa sawit ini merupakan program pemerintah guna peningkatkan pertanaman dan produksi kepala sawit sehingga diharapkan hasilnya nanti akan meningkat dan ini merupakan suatu terobosan baru.

"Program ini merupakan hibah dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dimana nantinya kelompok tani yang akan mengikuti program ini akan menerima bantuan hibah berupa uang guna meremajakan perkebunan kepala sawitnya," katanya.

"Hibah yang akan diterima kelompok tani ini berupa uang sebesar Rp25 juta per hektarenya untuk membeli bibit dan pupuk," sambungnya.

Dinas Pertanian Langkat akan mengawasi langsung hibah tersebut guna peruntukkan tepat sasaran dan pemamfatannya benar-benar dilakukan dalam rangka meningkatkan hasil produksi sawit di daerah ini.

Direncanakan program perluasan peremajan tanaman kelappa swit ini akan dilanjutkan untuk tahun 2018 ini dan kelompok tani juga sudah dilakukan pendataannya sehingga diharapkan pada waktu penyalurannya sudah rampung sesuai dengan yang diharappkan.

Hingga sekarang ini di Kabupaten Langkat ada beberapa katagori usah perkebunan kelapa sawit seperti milik perusahan swasta, milik negara maupun milik rakyat. Yang menjadi perhatian kita adalah milik rakyat atau kelompok tani. (MBD)

12/13/2017

PTPN III (Persero) Serahkan Bantuan PKBL untuk Masyarakat Sumut dan Pendidikan untuk Anak Sekolah

PTPN III (Persero) kembali menyalurkan bantuan dalam program bina lingkungan yang diserahkan pada tanggal 12 Desember 2017 di Aula Kelapa Sawit PTPN III Jalan Sei Batanghari Medan oleh Alexander Maha, SEVP Bidang Produksi kepada penerima bantuan sebanyak 52 objek yang bervariasi seperti renovasi rumah ibadah dan sekolah dengan total bantuan Rp 1,7 milyar yang ditransfer langsung ke rekening pemohon berdasarkan permohonan objek bantuan.

Dalam sambutannya Alexander mengharapkan agar bantuan tersebut benar-benar dapat dirasakan manfaatnya kepada warga sekitar perusahaan dan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya atas perolehan laba yang diraih PTPN III di tahun 2016 lalu.  “Kami berharap masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari kehadiran PTPN III (Persero) sebagai BUMN perkebunan di Sumatera Utara dan mengharapkan dukungannya untuk bersama-sama menjaga BUMN ini agar iklim bisnis berjalan dengan baik dan semua orang memperoleh manfaatnya lebih baik lagi,” katanya.  

Selain itu PT Perkebunan Nusantara III (Persero) juga memberikan bantuan untuk pelatihan guru dari angkatan I – VII, mendukung kegiatan outbound dalam kegiatan ekstra kurikuler siswa SMP dan SMA dengan mengedepankan unsur edukasi agar para siswa lebih berwawasan, menjadikan generasi muda yang kreatif, inovatif, produktif, tangguh dan bebas narkoba. Selain itu perusahaan juga memberikan bantuan untuk program ability test untuk siswa SD, SMP dan SMA untuk mengasah keterampilan, melatih pola pikir, menguji kemampuan dasar, meningkatkan kepercayaan diri dan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang akan diuji dalam UN melalui customized training yang diberikan kepada HLC (Herman Learning Centre) yang mengajukan permohonan proposal untuk mendukung peningkatan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, perilaku dan kesadaran yang pada gilirannya meningkatkan kinerja para pendidik untuk memajukan pendidikan di kota Medan dengan dana yang telah direalisasikan mencapai Rp Rp 560.862.500. 

12/11/2017

PTPN III (Persero) Rayakan Natal Tahun 2017 Perhatikanlah Orang yang Tulus, Lihatlah Pada Orang yang Jujur dan Orang yang Suka Damai Akan Ada Masa Depan

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) merayakan hari kelahiran Yesus Kristus pada peringatan Natal di tahun 2017 di MICC Jalan Gagak Hitam Ringroad, Medan pada 8 Desember 2017 dimulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.

Sebagai wujud kepedulian dan ungkapan terima kasih atas segala karunia Tuhan YME, maka di tahun 2017 ini diserahkan bakti natal kepada dua panti asuhan yakni panti asuhan Pelita Kasih Bersinar di Medan dan panti asuhan Santa Angela di Deli Tua masing-masing Rp 3 juta. 

Selain itu perusahaan juga akan memberangkatkan 6 orang karyawan yang dianggap layak berdasarkan hasil seleksi yang dilaksanakan oleh BKAK untuk menjalani ibadah wisata rohani ke Jerussalem.    

Christian Orchard Perangin-angin, Ketua Umum SPBun PTPN III (Persero) dalam sambutannya mewakili karyawan mengatakan kepada hadirin bahwa karyawan PTPN III menyatakan kesiapannya mendukung kebijakan manajemen untuk perubahan yang lebih baik.  “Kami siap melaksanakan kewajiban sebagai pekerja dengan bekerja yang terbaik untuk mencapai target bahkan melebihi target dan siap mengawal produksi. 

Namun karena di tahun 2017 ini perusahaan sudah mencapai untung hampir Rp 1 triliun maka kami mengharapkan kepada manajemen agar memberikan kesejahteraan bagi karyawan dengan memberikan bonus 5 bulan take home pay dimana untuk akhir tahun 2017 dapat diberikan satu bulan terlebih dahulu untuk menghadapi perayan Natal dan tahun baru,” katanya dengan semangat yang disambut dengan tepuk tangan oleh seluruh hadirin.

Dasuki Amsir, Direktur Utama PTPN III Holding dalam kesempatan yang sama juga mengatakan capaian laba perusahaan sudah sesuai harapan dan diharapkan ke depan perusahaan perkebunan holding khususnya PTPN III senantiasa dapat menjadi role model untuk percepatan holding ke depan. Ia juga menyatakan tema yang diangkat dalam perayaan Natal tahun ini sangat baik dan menjadi inspirasi bagi penciptaan iklim bisnis perusahaan.

Johannes Sitepu, mantan Direktur Keuangan PTPN III (Persero) beberapa tahun lalu juga berterima kasih kepada panitia sehingga tetap mengundang dirinya menghadiri kegiatan Natal bersama sebagai keluarga besar PTPN dan mengharapkan agar keseuksesan senantiasa dapat dicapai oleh PTPN III (Persero) untuk menjadi perusahaan yang tetap maju dan jaya ke depannya. Hadir dalam kesempatan itu seluruh undangan diantaranya seluruh Direksi PTPN III (Persero), SEVP, Direktur Operasional PTPN IV, distrik manajer dan manajer serta unsur pimpinan SPBun PTPN III serta undangan lainnya. Acara berlangsung khidmat dan acara kebaktian yang dilaksanakan sebelumnya dipimpin oleh rohaniawan Pendeta Parananta J. Manik dan Pendeta Jack Marpaung.

10/23/2017

Perlakuan PTPN III (Persero) Terhadap Tenaga Medis Sudah Sesuai Aturan

Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, PTPN III (Persero) telah melaksanakan serah kelola seluruh fasilitas kesehatan kepada PT. Sri Pamela Medika Nusantara yang merupakan anak perusahaan dari PTPN III (Persero).

Serah kelola ini merupakan mandatori dari Undang-Indang nomor 44/2009 tersebut Pasal 7 ayat (4) yang menyatakan bahwa rumah sakit yang didirikan oleh swasta harus berbentuk badan hukum yang kegiatan usahanya hanya bergerak dibidang perumahsakitan.

Dengan adanya perubahan status pengelolaan seluruh fasilitas kesehatan, maka secara otomatis status tenaga medis yang bekerja di fasilitas kesehatan tersebut juga harus disesuaikan.

Menyikapi hal tersebut, PTPN III (Persero) telah melakukan pertemuan dengan unsur Serikat Pekerja untuk membahas perlakuan terhadap tenaga medis, dan menghasilkan beberapa point perlakuan untuk penyesuaian status tenaga medis tersebut, diantaranya adalah Perusahaan menawarkan Program Pensiun Sukarela (PPS) kepada tenaga medis, dan ini sudah berjalan pada bulan September yang lalu dengan 167 orang tenaga medis berminat untuk mengikuti program PPS ini.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Kaur Humas PTPN III (Persero) Herfrik Riyanto, perhitungan hak-hak yang diperoleh oleh tenaga medis yang mengikuti PPS adalah 150 persen dari perhitungan UU Ketenagakerjaan dan tidak ada unsur paksaan dalam Program PPS ini, katanya.

Bagi karyawan yang tidak mengajukan PPS, Perusahaan  memberikan peluang kepada tenaga medis untuk bergabung dan bekerja di PTPN III (Persero) melalui proses seleksi, dimana proses tahapan seleksi dilaksanakan bersama dengan Serikat Pekerja.

Tenaga medis yang dinyatakan lulus akan ditempatkan sesuai dengan kompetensi yang diujikan dan sesuai dengan kebutuhan tenaga di Perusahaan, sedangkan bagi tenaga medis yang dinyatakan tidak lulus seleksi akan diikutkan dalam Program Pensiun Khusus (PPK) melalui proses Bipartit dengan Serikat Pekerja.

Tercatat dari 109 orang yang ikut proses seleksi, 99 orang dinyatakan lulus dan ditempatkan di Kebun/Unit sesuai dengan uji kompetensi dan kebutuhan tenaga di lapangan. 10 orang yang tidak lulus akan diikutkan dalam Program PPK dan hal ini sudah sesuai dengan kesepakatan bersama yang telah dibuat oleh Manajamen dan Serikat Pekerja beberapa waktu yang lalu.

“Saya tegaskan tidak ada perlakuan sewenang-wenang oleh Perusahaan dalam menindaklanjuti status tenaga medis ini karena ketiga program yang dilaksanakan tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan tahapan-tahapan sudah disepakati dengan pihak Serikat Pekerja, dimana hasil kesepakatan tersebut juga sudah didaftarkan ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Medan.”Tambah Herfrik Riyanto.

10/22/2017

Malam Anugerah Perkebunan Nnusantara Award 2017

Holding Perkebunan Nusantara Award 2017 bekerjasama dengan PT Riset Perkebunan Nusantara untuk pertama kalinya menggelar Malam Anugerah Award 2017 dengan tema “Rewarding The Best: Achieving Corporate Turnaround”.

Acara diikuti seluruh PTPN I – PTPN XIV di bawah Holding Perkebunan Nusantara dengan tujuan mendorong perusahaan arah lebih maju sebagai usaha melakukan perubahan.

Terdapat lima kategori penilaian Holding Perkebunan Nusantara Award 2017 untuk melihat sejauh mana masing-masing PTPN telah menjalankan kelima sub program turnaround untuk mendorong perusahaan ke arah yang lebih maju sebagai sebuah usaha melakukan perubahan.

Di antaranya productivity improvement, cost improvement, financial restructuring, organization & human resource restructuring dan procedure development,di Jakarta, Kamis (19/10).

9/26/2017

63 Petani Kelapa Sawit UD Lestari Terima Sertifikat RSPO



Kelompok petani kelapa sawit mandiri, UD Lestari menerima sertifikasi sawit berkelanjutan atau RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) yang pertama di Sumatera Utara.
Penyerahan sertifikat RSPO itu dilakukan di Sei Suka, Batu Bara pada Rabu, 20 September 2017 kepada 63 petani mandiri yang tergabung dalam UD Lestari yang dihadiri oleh Alexander Maha, SEVP Bidang Produksi PTPN III (Persero), pimpinan PT Unilever dan IDH Sustainable Trade Initiative. Ketiga lembaga ini adalah mitra yang saling berkolaborasi dalam membangun program sertifikasi RSPO.

Alexander Maha selaku SEVP Bidang Produksi PTPN III (Persero) mengucapkan selamat kepada UD Lestari atas pencapaian sertifikat RSPO  dan mengucapkan terima kasih kepada pihak Unilever, IDH dan RSPO atas kerjasama yang baik yang telah dibina untuk menghasilkan petani kelapa sawit lestari.  “Kami senang dengan kolaborasi ini karena sejalan dengan misi kami yakni mengembangkan industri hulu berbasis agro yang berkelanjutan.
PTPN III (Persero) berkomitmen penuh dalam mendukung produksi kelapa sawit lestari dengan memegang teguh prinsip keseimbangan antara people, planet dan profit,“ kata Alexander Maha dalam sambutannya.

Marc Engel, Chief Supply Chain Officer Unilever mengatakan komitmennya untuk memimpin transformasi industri minyak sawit lestari, yakni dengan mendukung masuknya petani kecil ke dalam rantai pasokan. Menurut Marc, dengan masuknya petani kecil akan memperbaiki mata pencarian serta menambah penghasilan mereka. “Ini tanggung jawab bersama antara pemerintah, sektor swasta dan masyarakat sipil,” katanya.

Fitrian Ardiansyah, Direktur IDH Indonesia pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa sertifikat RSPO yang diterima para petani UD Lestari merupakan proses yang menantang dan berharap upaya tersebut dapat menjadi inspirasi untuk kelompok petani lainnya. Dia mengungkapkan rasa senangnya karena telah bermitra dengan Unilever, PTPN III (Persero) dan RSPO untuk mendukung UD Lestari dalam mengembangkan minyak sawit berkelanjutan di Indonesia. “Sertifikasi keberlanjutan bagi petani ini mudah-mudahan dapat menciptakan momentum untuk meningkatkan produktivitas minyak sawit dan komoditas lain yang lebih baik,” katanya.

Jumadi, Pimpinan UD Lestari menjelaskan sertifikasi dari RSPO sangat bermanfaat bagi petani karena mereka belajar melengkapi dirinya dengan pengetahuan yang mendalam tentang praktek-praktek pertanian yang baik (Good Agriculture Practices), termasuk menggunakan pupuk dan pestisida serta teknik memanen yang baik. "Sertifikasi ini memungkinkan para petani untuk menjual tandan buah segar pada harga premium sehingga meningkatkan pendapatan para petani," Jumadi berbicara dengan bangga

9/13/2017

PTPN III Bantah Lakukan Pemecatan Sepihak

MEDAN – Menanggapi isu yang beredar di kalangan para karyawan tentang adanya pemecatan sepihak, PTPN III yang diwakili Kepala Biro Sekretariat Junaidi SP dan Amelia Nasution Kepala Bagian SDM melakukan klarifikasi di Ruang Rapat Direksi PTPN III, jalan Sei Batangari Medan, Senin siang (11/9/2017).
Dalam pernyataannya, Junaidi SP menjelaskan di hadapan puluhan wartawan, bahwa sebenarnya yang PTPN III lakukan​ ini sudah melalui prosedur dan tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku, dan perusahaan juga tidak menyalahkan terjadinya aksi penuntutan yang dilakukan ratusan karyawan di kantor PTPN III pada Senin pagi itu.
“Yang mereka lakukan itu sah menurut Undang-undang karena menurut mereka sangat perlu disampaikan, walaupun sebenarnya sebelum mereka menyampaikan hal-hal orasi tersebut, dari awal bahkan jauh lebih awal, hal ini sudah dibahas dan dibicarakan yaitu Program Pensiun Khusus (PPK) dan Program Pensiun Sukarela (PPS). Jadi tidak ada pemecatan semena-mena yang dilakukan oleh manejemen,” ujar Junaidi SP.
Sementara itu Amelia Nasution yang merupakan Kepala Bagian SDM menjelaskan bahwa alasan PTPN III melakukan PPS dan PPK​ kepada karyawan di bidang medis itu didasari mandatori dari undang-undang 44 tahun 2009.
“Di undang-undang tersebut dinyatakan bahwa pengelolaan Rumah Sakit tidak boleh dilakukan oleh satu perusahaan, jadi harus berbadan hukum sendiri, tidak boleh PTPN III mengelola Rumah Sakit,” ujar Amelia menjelaskan.
Lebih lanjut Amelia menyatakan bahwa bila mengikuti secara mandatori, seharusnya dari tahun 2010 yang lalu hal ini sudah dilakukan oleh PTPN III.
“PTPN III belum melakukannya karena ada kebijakan-kebijakan​ yang diambil dari tahun 2010 sampai ke tahun 2017 ini. Ada pertimbangan-pertimbangan yang kita ambil, jadi karena sudah terlambat maka mau tak mau tahun ini harus kita lakukan,” ujarnya kembali menjelaskan.
“Rumah Sakit nantinya akan dikelola oleh PT SPMN (Sri Pamela) yang merupakan anak perusahaan dari PTPN III dan karyawan yang mendapatkan PPK maupun PPS telah kita sarankan untuk mendaftar disana, dan sudah 103 orang yang mendaftar namun 102 orang yang diterima, yang satu orang ditolak karena belum menyerahkan dokumennya, itu pun kita masih menunggunya,” tambah Amelia.
Lebih lanjut Amelia menyatakan bahwa para karyawan yang di-PPS sudah mendapatkan santunan yang lebih besar daripada santunan seandainya mereka pensiun sewajarnya.
“Rata-rata jumlah santunan yang karyawan dapatkan sekitar Rp 400 juta lebih, bahkan ada yang mendapatkan Rp 1,2 Miliar,” pungkasnya.
Sebelumnya pada Senin pagi (11/9), seratusan karyawan PTPN III melakukan aksi unjuk rasa di kantor direksi perusahaan tersebut.
Massa yang dipimpin oleh Christian Orchard Perangin-angin selaku penanggungjawab aksi itu menyatakan bahwa telah terjadi PHK sepihak oleh Direksi PTPN III (Persero) pada ratusan karyawan.

9/12/2017

Sawit Indonesia dibutuhkan Amerika Serikat

Washington DC  sangat membutuhkan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dari Indonesia. Pengakuan itu disampaikan Kamar dagang dan Industri AA atau US Chamber of Commerce dalam pertemuan dengan pihak Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC.

Hal itu disampaikan juru bicara GAPKI, Tofan Mahdi kepada medanbisnisdaily.com melalui pesan aplikasi whatsApp, Jumat (8/9) siang WIB.

Pengakuan Kadin AS itu, kata Tofan, dikemukakan Natalie Oberman, selaku Kepala KADIN AS untuk Wilayah Asia Tenggara, Pembangunan Asia.

Saat itu Natalie Oberman didampingi oleh Kim Yanger dari US-ASEAN Business Council, serta didampingi beberapa pihak dari Kadin AS.

Tofan menyebutkan, GAPKI juga bertemu dengan buyer minyak sawit di Amerika.

"Buyer di AS memahami tekanan yang dihadapi industri sawit di Indonesia. Namun mereka mengakui bahwa sawit sangat penting bagi industri pangan, nonpangan, maupun energi di AS. Tidak mungkin mereka tidak membeli sawit," kata Tofan.

Kata Tofan, Ketua GAPKI Joko Supriyono menegaskan para pengusaha dan Kadin AS dalam pertemuan itu mengakui kalau AS bisa menjadi pasar terbesar bagi Indonesia.

"Pak Joko Supriyono sudah menegaskan kalau Amerika Serikat adalah pasar besar minyak sawit dari Indonesia," ujar Tofan.

Ketua GAPKI Joko Supriyono, ucap Tofan Mahdi, menegaskan AS juga pasar baru CPO Indonesia yang penting.

Apalagi ekspor sawit ke AS sejauh ini menembus hingga 1,2 juta ton per tahun. Padahal di tahun 2010-an ekspor CPO Indonesia ke AS masih 185 juta ton. Kata Tofan, dari nilai 1,2 juta ton tersebut, 350.000 ton untuk biodiesel AS.

Tofan menyebutkan, Kadin AS memberikan saran kepada Indonesia agar memiliki kantor perwakilan dagang khusus minyak sawit di Washington DC.

Update Harga Sawit di Riau

PEKANBARU - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 6-12 September 2017 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur. Dengan kenaikan terbesar pada kelompok umur 25 tahun sebesar Rp18,35 per Kg, sementara kelompok umur 10-20 tahun mengalami kenaikan sebesar Rp17,82 per Kg atau mencapai 0,94 persen dari harga pekan lalu menjadi Rp1.913,46 per Kg. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Riau Ferry Hc mengatakan, kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Di mana faktor internal kenaikan harga TBS disebabkan oleh naiknya harga jual CPO dan kernel dari hampir seluruh perusahaan sumber data, kenaikan cukup besar terjadi pada harga jual kernel. 

“Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan Rp67,89 per Kg, Sinarmas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp20,80 per Kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp57,03 per Kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan harga sebesar Rp24,00 per Kg dari harga pekan lalu. Hanya Astra Agro Lestari Group yang mengalami penurunan harga jual sebesar Rp122,64 per Kg. 

Sedangkan untuk harga jual kernel, lanjut Ferry, Sinarmas Group mengalami kenaikan sebesar Rp522,25 per Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp504,55 per Kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp389,70 per Kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan  sebesar Rp378,00 per Kg dari harga pekan lalu.

Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh kenaikan harga TBS mulai melambat setelah meningkat dari awal Agustus akibat berkurangnya laju kenaikan harga CPO dunia.(riaupos)

Perda No. 5 tahun 2015 Dusulkan Revisi

PALANGKARAYA – Karut marut tata guna lahan di Kalimantan Tengah masih saja terjadi. Apalagi Peraturan Daerah (Perda) No. 5 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2015-2035 terbit. Dalam beleid ini kawasan hutan di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 15,3 juta ha, sedang kawasan non hutan (perkebunan, pertanian, pemukiman,fasilitas umum dan lainnya) hanya 17% dari kawasan hutan.

Padahal dalam beleid sebelumnya, Perda 8 tahun 2003 yang mengatur RTRWP Kalimantan Tengah dengan berpedoman pada hasil Pemaduserasian antara Peta RTRWP Propinsi Kalteng dengan Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) tahun 1982 sebagai penyempurnaan Perda nomor 5 tahun 1993 menetapkan Kawasan Hutan seluas 9.661.283,02 ha atau 62,91% dan Non Kawasan Hutan 5.695.416,98 ha atau 37,09%.

Adanya perbedaan luasan lawasan hutan dan non kawasan hutan yang cukup signifikan diantara kedua beleid itu memunculan bergam protes. Lantaran, bakal mengganggu pembangunan di Kalteng. Lantas faktanya sudah banyak lahan di Kalteng yang sudah dijadikan areal non kehutanan.

Sebab itu tutur Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, sedang berupaya melakukan revisi terkait beleid ini. “Perda No. 5 tahun 2015 ini nanti kita revisi dan disesuaikan dengan pembangunan di Kalteng,” katanya. (infosawit)