Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri program. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri program. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

6/11/2018

BUMN HADIR UNTUK NEGERI, PTPN III (Persero) KEMBALI BERBAGI


Mudik Gratis dan Sembako Murah merupakan salah satu program PTPN III (Persero) dalam membantu masyarakat sekitar yang diselenggarakan pada bulan Ramadhan tahun 2018 M/1439 H ini, sejalan dengan program dari Kementerian BUMN yaitu Program BUMN Hadir Untuk Negeri.

Dalam Mudik Bareng BUMN kali ini yang bertemakan “Mudik Bareng Guyub Rukun”, PTPN III (Persero) menyediakan 10 unit Bus bagi para pemudik dengan tujuan antara lain 5 Bus tujuan Kota Pekanbaru dan 5 Bus tujuan Kota Padang. 

Acara utama pelepasan rombongan bus dan pemudiknya dilakukan di Halaman Kantor Direksi PTPN III (Persero) Medan, dilakukan langsung oleh SEVP SDM & Umum, Ahmad Gusmar Harahap, didampingi oleh Kepala Bagian pada Jumat, 8 Juni 2018. 

Ahmad Gusmar Harahap, dalam sambutannya saat pelepasan pemudik berpesan kepada pemudik agar tetap mendoakan PTPN III (Pesero) terus sukses dan laba semakin meningkat, sehingga program kegiatan sosial ini bisa terus dilaksanakan. “Semoga pemudik sampai ketujuan dengan sehat wal afiat dan bisa berkumpul bersama keluarga dalam merayakan Lebaran Idul Fitri 1439 H”, tambahnya.

Acara pelepasan diawali  dengan doa bersama dengan harapan semoga seluruh peserta mudik juga para pengemudi selamat dalam perjalanan hingga sampai ketempat tujuan, dalam rangka menjaga kelancaran selama perjalanana juga dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk para awak bus di Balai Klinik PTPN III (Persero). 

Masih bertemakan BUMN Hadir Untuk Negeri, PTPN III (Persero) juga melaksanakan Bazar Pasar Murah dan Bakti Sosial pada hari Sabtu, 9 Juni 2018 di kantor Direksi Medan dan juga serentak di beberapa Distrik/Kebun/Unit wilayah kerja PTPN III (Persero) dengan total paket sembako yang disiapkan adalah sebanyak 4000 paket, antara lain Distrik Labuhan Batu I, Distrik Labuhan Batu II, Kebun Aek Nabara Utara, Distrik Aceh Timur, Kebun Sei Dadap, Kebun Gunung Pamela, dan Distrik Serdang 2, dimana masing masing lokasi menyerahkan sebanyak 500 paket.

Penyerahan sembako murah ini langsung diserahkan secara simbolis kepada masyarakat sekitar oleh Ahmad Gusmar, SEVP SDM & Umum dan Suhendri SEVP Komersil di dampingi Kepala Bagian PKBL, Amelia Nasution. Paket sembako ini berisikan 10 Kg Beras, 2 liter Minyak Goreng, 2 Kg Gula, dan 1 Kotak bubuk teh dengan harga Rp. 100.000,- per paket.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Ahmad Gusmar dalam sambutannnya, bahwa perolehan uang dari penjualan sembako murah ini akan disalurkan kembali kepada beberapa masyarakat yang membutuhkan dalam kegiatan bakti sosial, sehingga bisa lebih banyak masyarakat yang menikmati program bakti sosial PTPN III (Persero) ini.

Semoga kehadiran PTPN III (Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan juga  BUMN lain seluruh Indonesia, melalui program BUMN Hadir Untuk Negeri yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN dapat  membawa perubahan terhadap kesejahteraan masyarakat.

2/20/2018

232 Hektare kebun Kelapa Sawit di Langkat Diremajakan

Langkat - Program peremajaan perkebunan kelapa sawit petani di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dilaksanakan seluas 232 hektare dari pengusulan yang dilakukan seluas 400 hektare.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat Nasuruddin, di Stabat, Rabu.

Nasiruddin menjelaskan program peremajaan kelapa sawit ini merupakan program pemerintah guna peningkatkan pertanaman dan produksi kepala sawit sehingga diharapkan hasilnya nanti akan meningkat dan ini merupakan suatu terobosan baru.

"Program ini merupakan hibah dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dimana nantinya kelompok tani yang akan mengikuti program ini akan menerima bantuan hibah berupa uang guna meremajakan perkebunan kepala sawitnya," katanya.

"Hibah yang akan diterima kelompok tani ini berupa uang sebesar Rp25 juta per hektarenya untuk membeli bibit dan pupuk," sambungnya.

Dinas Pertanian Langkat akan mengawasi langsung hibah tersebut guna peruntukkan tepat sasaran dan pemamfatannya benar-benar dilakukan dalam rangka meningkatkan hasil produksi sawit di daerah ini.

Direncanakan program perluasan peremajan tanaman kelappa swit ini akan dilanjutkan untuk tahun 2018 ini dan kelompok tani juga sudah dilakukan pendataannya sehingga diharapkan pada waktu penyalurannya sudah rampung sesuai dengan yang diharappkan.

Hingga sekarang ini di Kabupaten Langkat ada beberapa katagori usah perkebunan kelapa sawit seperti milik perusahan swasta, milik negara maupun milik rakyat. Yang menjadi perhatian kita adalah milik rakyat atau kelompok tani. (MBD)

10/23/2017

Perlakuan PTPN III (Persero) Terhadap Tenaga Medis Sudah Sesuai Aturan

Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, PTPN III (Persero) telah melaksanakan serah kelola seluruh fasilitas kesehatan kepada PT. Sri Pamela Medika Nusantara yang merupakan anak perusahaan dari PTPN III (Persero).

Serah kelola ini merupakan mandatori dari Undang-Indang nomor 44/2009 tersebut Pasal 7 ayat (4) yang menyatakan bahwa rumah sakit yang didirikan oleh swasta harus berbentuk badan hukum yang kegiatan usahanya hanya bergerak dibidang perumahsakitan.

Dengan adanya perubahan status pengelolaan seluruh fasilitas kesehatan, maka secara otomatis status tenaga medis yang bekerja di fasilitas kesehatan tersebut juga harus disesuaikan.

Menyikapi hal tersebut, PTPN III (Persero) telah melakukan pertemuan dengan unsur Serikat Pekerja untuk membahas perlakuan terhadap tenaga medis, dan menghasilkan beberapa point perlakuan untuk penyesuaian status tenaga medis tersebut, diantaranya adalah Perusahaan menawarkan Program Pensiun Sukarela (PPS) kepada tenaga medis, dan ini sudah berjalan pada bulan September yang lalu dengan 167 orang tenaga medis berminat untuk mengikuti program PPS ini.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Kaur Humas PTPN III (Persero) Herfrik Riyanto, perhitungan hak-hak yang diperoleh oleh tenaga medis yang mengikuti PPS adalah 150 persen dari perhitungan UU Ketenagakerjaan dan tidak ada unsur paksaan dalam Program PPS ini, katanya.

Bagi karyawan yang tidak mengajukan PPS, Perusahaan  memberikan peluang kepada tenaga medis untuk bergabung dan bekerja di PTPN III (Persero) melalui proses seleksi, dimana proses tahapan seleksi dilaksanakan bersama dengan Serikat Pekerja.

Tenaga medis yang dinyatakan lulus akan ditempatkan sesuai dengan kompetensi yang diujikan dan sesuai dengan kebutuhan tenaga di Perusahaan, sedangkan bagi tenaga medis yang dinyatakan tidak lulus seleksi akan diikutkan dalam Program Pensiun Khusus (PPK) melalui proses Bipartit dengan Serikat Pekerja.

Tercatat dari 109 orang yang ikut proses seleksi, 99 orang dinyatakan lulus dan ditempatkan di Kebun/Unit sesuai dengan uji kompetensi dan kebutuhan tenaga di lapangan. 10 orang yang tidak lulus akan diikutkan dalam Program PPK dan hal ini sudah sesuai dengan kesepakatan bersama yang telah dibuat oleh Manajamen dan Serikat Pekerja beberapa waktu yang lalu.

“Saya tegaskan tidak ada perlakuan sewenang-wenang oleh Perusahaan dalam menindaklanjuti status tenaga medis ini karena ketiga program yang dilaksanakan tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan tahapan-tahapan sudah disepakati dengan pihak Serikat Pekerja, dimana hasil kesepakatan tersebut juga sudah didaftarkan ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Medan.”Tambah Herfrik Riyanto.

12/27/2018

Penutup Tahun, PTPN III (Persero) Medan Salurkan 1.5 Miliar Bantuan Bina Lingkungan


BUMN Hadir Untuk Negeri tidak hanya menjadi slogan bagi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero), hal ini terbukti dengan program program peduli masyarakat dan lingkungan yang terus diselenggarakan oleh PTPN III (Persero).Tepatnya pada Jumat, (21/12/2018) bertempat di Kantor  Direksi PTPN III (Persero) Medan, PTPN III (Persero)  kembali menyalurkan bantuan bina lingkungan kepada Masyarakat Sumatera Utara dengan total nilai Rp. 1.557.000.000 Rupiah.

Bantuan Bina Lingkungan Triwulan IV ini diserahkan kepada 83 objek penerima bantuan bina lingkungan diantaranya adalah bantuan pembangunan/renovasi rumah ibadah, kegiatan sosial, pembangunan sarana pendidikan, bangunan pemerintah dan sarana/prasarana umum lainnya. Bantuan ini merupakan wujud komitmen kepedulian PTPN III (Persero) terhadap pembinaan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Penyerahan bantuan dilaksanakan secara simbolis oleh Senior Executive Vice Presiden SDM & Umum PTPN III (Persero) Ahmad Gusmar Harahap. Dalam sambutannya Ahmad Gusmar Harahap mengatakan bahwa PTPN III (Persero) memiliki komitmen kuat untuk membantu masyarakat sekitar. Salah satunya adalah dengan menyalurkan bantuan bina lingkungan yang merupakan kewajiban dari BUMN dan merupakan salah satu Program BUMN Hadir Untuk Negeri. “Kami terus berupaya agar keberadaan PTPN III (Persero) sebagai salah satu BUMN juga dirasakan oleh masyarakat sekitar dan masyarakat memperoleh manfaat dari keberadaan Perusahaan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat yang sangat berarti bagi kita semua”. kata Ahmad Gusmar.

Selain itu, Ahmad Gusmar juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini harus berjalan dengan baik, tidak boleh ada permainan dari oknum karyawan Perusahaan yang mencoba mengambil kesempatan dalam penyaluran ini, jika seandainya ditemukan hal yang demikian maka silahkan melaporkan karyawan tersebut kepada manajemen untuk ditindak tegas. Hal ini sejalan dengan budaya kerja Perusahaan yaitu Jujur, Tulus, dan Ikhlas.
Pada kesempatan yang sama, Ahmad Gusmar juga mengharapkan kepada penerima bantuan agar terus menjaga dan mendoakan PTPN III (Persero) agar PTPN III (Persero) kedepannya bisa lebih baik lagi dalam penggalian produksi dan harga jual yang mendukung sehingga PTPN III (Persero) bisa terus hadir untuk membantu masyarakat  melalui Program Bina Lingkungan ini.

Bantuan Bina Lingkungan Triwulan IV ini diserahkan dalam bentuk uang dan akan ditransfer ke rekening masing-masing penerima bantuan, dengan tujuan agar lebih mudah dalam penyalurannya dan para penerima bantuan juga bisa menggunakan sesuai kebutuhan. Dalam rangka asas transparansi maka setiap penerima bantuan harus mengirimkan laporan penggunaan dana bantuan tersebut sesuai objek berupa dokumentasi dan bon/faktur selambat-lambatnya 14 hari setelah dana bantuan diterima.

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang fokus dalam menjalankan bisnis, PTPN III (Persero) tidak semata-mata berorientasi kepada profit/keuntungan perusahaan tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembinaan lingkungan dan masyarakat sekitar, karena sampai dengan November 2018 ini bantuan Program Bina Lingkungan yang sudah disalurkan oleh PTPN III (Persero) sudah mencapai Rp. 18.2 Miliar Rupiah.

4/24/2018

Di Triwulan 2 PTPN III (Persero) Salurkan Rp 1 Milyar Kepada 21 Mitra Binaan



Dengan laba yang dihasilkan dari kinerja tahun 2017, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) kembali menyalurkan dana kemitraan dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan di triwulan kedua kepada 21 UMKM (mitra binaan). Penyaluran secara simbolis dilaksanakan pada hari Rabu, 18 April 2018 di aula Elaeis Guinensis, Jalan Sei Batanghari No. 2 Medan  dengan rincian penerima bantuan kemitraan adalah terdiri dari 9 pelaku UMKM baru dan 12 mitra binaan lanjutan.

Mitra binaan baru ini adalah UMKM yang berdasarkan survey dan penilaian yang dilakukan oleh tim dari bagian PKBL dianggap mampu dan bisa mengembangkan sektor usahanya dari bantuan dana kemitraan yang diberikan ini. Untuk meningkatkan kompetensi dalam berwirausaha, pelaku UMKM juga diberikan pelatihan dan pengarahan dari mitra binaan yang sukses, STPP, penceramah agama, dan dari internal PKBL selama dua hari di ruang assessment centre.  Selain itu untuk menanggulangi risiko PTPN III bekerja sama dengan PT Asuransi Jasa Tania, Tbk di Medan untuk mengikuti program asuransi jiwa.  Untuk jaminan agunan dari para mitra binaan ke perusahaan, maka digunakan jasa notaris melalui Kantor Notaris Elza Mawarni, SH.
    
Ahmad Gusmar Harahap, SEVP SDM dan Umum PTPN III mengharapkan usaha yang dikelola para mitra binaan dapat meningkat lebih baik dan menyicil angsuran secara tepat waktu.  Ia juga mengingatkan bahwa bila kedapatan para penerima pinjaman dana bergulir ini memberikan tips kepada para petugas akan dikenai tindakan khusus kepada kedua belah pihak. “Program kemitraan ini karena perolehan laba dari perusahaan. Mari kita mendoakan perusahaan supaya tetap sukses sehingga dana bergulir dapat dinikmati lebih banyak lagi ke UKM-UKM lain,” katanya.

Amelia Nasution, Kepala Bagian PKBL pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa penyaluran dana kemitraan sudah diatur dalam peraturan Menteri BUMN. Ia mengharapkan para penerima dana bergulir melalui program kemitraan ini dapat memanfaatkan pelatihan sebaik-baiknya. Menurut Amelia, dalam paparan makalahnya menyatakan bahwa ruang lingkup sektor kemitraan yang dibantu antara lain di sektor industri, perdagangan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan jasa.

Di sesi pelatihan benyak materi diberikan diantaranya yang dipaparkan oleh Deni Sukanda, tentang kewirausahaan yang mengatakan seorang entrepreneur atau wirausahawan harus memiliki keberanian dan kemandirian dalam memecahkan masalah, sebab seorang wirausahawan adalah seorang yang berani mengambil risiko, mampu menciptakan kegiatan usaha baru, kreatif, inovatif, ulet dan memiliki ambisi, katanya memberi semangat di hadapan para mitra binaan di ruang Assessment Centre PTPN III.
            
PTPN III juga mendatangkan seorang owner dari Dapur Usaha yang telah berhasil bernama Susiani yang berbagi pengalamannya tentang tehnik mengelola usaha yang harus dimulai dari bisnis plan kemudian membuat langkah-langkah pemasaran. Susiani telah berhasil mengikuti pameran baik di tingkat lokal maupun nasional.    

4/10/2018

PTPN III (Persero) Berikan Penghargaan Kepada Mitra Binaan dan Salurkan Dana Bina Lingkungan TW II




BUMN Hadir Untuk Negeri tidak hanya menjadi slogan bagi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero), hal ini terbukti dengan program program peduli masyarakat dan lingkungan yang terus diselenggarakan oleh PTPN III (Persero). Seperti beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada Senin, (9/4/2018) PTPN III (Persero) berikan penghargaan kepada mitra binaan PTPN III terbaik melalui program Mitra Binaan Award yang dilanjutkan dengan penyaluran dana bina lingkungan kepada 63 objek penerima bantuan dengan total nilai Rp. 1.6 Milyar lebih, bertempat di Aula Elaeis Guineensis Kantor Direksi PTPN III (Persero) Medan.

Penghargaan diberikan kepada mitra binaan terbaik berdasarkan penilaian dari tim assessment yang bekerja sama dengan LPP Kampus Medan. Ada beberapa kriteria yang dinilai dalam program Mitra Binaan Award ini diantaranya adalah mempunyai progres perkembangan usaha yang bagus dan pengembalian dana bergulir yang lancar. Dari hasil penilaian maka ada enam UMKM yang menerima penghargaan yang terbagi dari dua kelompok kategori. Pertama yaitu kategori usaha mikro diberikan kepada tiga pelaku UMKM terbaik yaitu Nurhayati (Usaha tenun Annur), Hendri Tarigan (Usaha Merpati fotocopy) dan Siti Nurjanah (Usaha pusat agency/toko herbal). Kedua yaitu kategori usaha kecil terpilih tiga pelaku UMKM masing masing yaitu Abdi Setiadi (Usaha keripik Asahan/makanan ringan), Ir. Susiani (Usaha dapur reuni/snack & Cookies), dan Nur Syaidah (Usaha pondok kue Nabila).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ahmad Gusmar Harahap, SEVP SDM & Umum yang didampingi oleh Amelia Nasution selaku Kepala Bagian PKBL. Dalam sambutannya Ahmad Gusmar mengatakan bahwa PTPN III saat ini sangat fokus untuk membantu dan mendorong pengembangan UMKM khususnya yang berada di Wilayah Sumatera Utara salah satunya dengan cara mengalokasikan sebagian dari perolehan laba BUMN untuk disalurkan kepada pelaku UMKM. Selain itu Ahmad Gusmar juga berharap volume usaha pelaku UMKM mitra binaan PTPN III (Persero) semakin maju dan berkembang sehingga kesejahteraan pelaku UMKM pada khususnya dan masyarakat pada umumnya bisa meningkat.

Abdi Setiadi, yang merupakan pelaku UMKM terbaik kategori usaha kecil mengucapkan terima kasih kepada PTPN III atas bantuannya dan merasa bangga dengan terpilihnya dia sebagai salah satu pemenang Mitra Binaan Award PTPN III (Persero). “Penghargaan ini selain merupakan kebanggan pribadi saya juga merupakan tanggung jawab bagi saya untuk menciptakan kualitas produk yang lebih baik sekaligus bisa membanggakan PTPN III” Kata Abdi.

Dalam rangka meningkatkan volume Mitra Binaan, PTPN III (Persero) sendiri telah bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Utara untuk mencari dan menseleksi calon mitra binaan yang potensial untuk diberikan dana bergulir. Selain itu seluruh General Manajer di jajaran PTPN III juga ikut aktif dalam mencari pelaku UMKM potensial yang berada disekitar wilayah kerja PTPN III.

Selain pemberian penghargaan kepada Mitra Binaan, pada hari yang sama, PTPN III (Persero) juga menyalurkan dana Bina Lingkungan senilai 1.658.711.000,- kepada 63 objek penerima bantuan diantaranya adalah untuk pembangunan/renovasi rumah ibadah, kegiatan sosial, pembangunan sarana pendidikan, bangunan pemerintah dan sarana/prasarana umum lainnya. Seperti diketahui bahwa beberapa minggu yang lalu PTPN III (Persero) juga telah menyalurkan dana Bina Lingkungan kepada 86 objek penerima dengan total nilai Rp. 2.3 Miliar.

2/20/2018

SEVP SDM & Umum PTPN III Resmikan Open Stage Toga Sinaga

Senior Executive Vice Presiden Bidang SDM & Umum PTPN III, Ahmad Gusmar Harahap resmikan Open Stage Toga Sinaga dimana Open Stage ini merupakan bantuan Program Bina Lingkungan PTPN III (Persero) dan mulai dibangun pada bulan Desember 2017 yang lalu. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PTPN III terhadap masyarakat dan merupakan salah satu program BUMN Hadir Untuk Negeri.

Ahmad Gusmar Harahap bersama Ketua Yayasan Toga Sinaga (Letkol Inf Drs. Hombar Sinaga, MM) yang didampingi oleh Amelia Nasution (Kabag PKBL PTPN III), Junaidi (Kabiro Sekretariat PTPN III) dan Mangihut Sinaga selaku pembina Yayasan Toga Sinaga melakukan peresmian dengan penandatanganan prasasti di kawasan Open Stage di Desa Urat II, Kecamatan Palipi, Samosir, Kamis (15/02/18).


Pembangunan Open Stage ini diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan pariwisata budaya khususnya di Kabupaten Samosir sehingga meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Samosir dari kunjungan wisata. Selain bantuan pembangunan Open Stage Toga Sinaga, PTPN III (Persero) juga memberikan bantuan berupa alat alat tenun tradisional kepada yayasan Toga Sinaga sebagai sarana untuk pengembangan ekonomi kreatif masyarakat sekitar.

Mangihut Sinaga selaku Ketua Umum sekaligus pembina Yayasan Toga Sinaga dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PTPN III (Persero) atas perhatiannya sehingga Open Stage ini bisa berdiri dan mudah-mudahan memberikan manfaat tidak hanya kepada anggota Yayasan Toga Sinaga tetapi juga masyarakat sekitar kawasan Open Stage Toga Sinaga. “Open Stage ini diharapkan bisa meningkatkan potensi wisata budaya dan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat  dan dihimbau kepada masyarakat sekitar marilah kita bersama-sama menjaga kawasan open stage toga sinaga ini” tambahnya.

Dalam sambutannya, Ahmad Gusmar menyampaikan bahwa salah satu kewajiban PTPN III adalah menyalurkan bantuan baik kemitraan maupun program bina lingkungan, salah satunya yaitu pemberian bantuan pembangunan Open Stage Toga Sinaga ini. ”Bantuan ini merupakan kewajiban dari BUMN dan merupakan salah satu Program BUMN Hadir Untuk Negeri, dengan harapan agar keberadaan BUMN juga dirasakan oleh masyarakat sekitar dan masyarakat memperoleh manfaat dari keberadaan BUMN” imbuhnya.

Dalam peresmian tersebut juga dilaksanakan pemasangan ulos kepada Ahmad Gusmar Harahap dan Junaidi sebagai ucapan terima kasih dan bentuk penghargaan Yayasan Toga Sinaga atas partisipasi dan perhatian PTPN III (Persero) yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum sekaligus Pembina Yayasan Toga Sinaga,  Mangihut Sinaga dan Ketua yayasan Toga Sinaga Letkol Inf Drs Hombar Sinaga.

3/26/2018

PTPN III (Persero) Salurkan 2,3 Miliar Bantuan Bina Lingkungan


PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) kembali menyalurkan bantuan melalui Program Bina Lingkungan untuk periode Triwulan I (satu) kepada masyarakat Sumatera Utara. Bantuan Bina Lingkungan untuk periode ini senilai Rp. 2.347.969.374,- dan terdiri dari 86 objek penerima bantuan yang diantaranya adalah pembangunan/renovasi rumah ibadah, kegiatan sosial, pembangunan sarana pendidikan, bangunan pemerintah dan sarana/prasarana umum lainnya. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada hari Jumat (23/3/2018) bertempat di Aula Elaeis Guineensis Kantor Direksi PTPN III (Persero) Medan dan diserahkan langsung secara simbolis oleh Ahmad Gusmar Harahap selaku SEVP SDM & Umum PTPN III (Persero) yang didampingi oleh Kepala Bagian PKBL, Amelia Nasution.
Bantuan ini merupakan wujud komitmen kepedulian PTPN III (Persero) terhadap pembinaan lingkungan sekitar. Penerima bantuan adalah masyarakat atau stakeholder yang berada disekitar wilayah kerja operasional PTPN III (Persero).
Dalam sambutannya, Ahmad Gusmar Harahap mengatakan bahwa PTPN III (Persero) memiliki komitmen kuat untuk membantu masyarakat sekitar. Salah satunya adalah dengan menyalurkan bantuan bina lingkungan yang merupakan kewajiban dari BUMN dan merupakan salah satu Program BUMN Hadir Untuk Negeri. “Kami terus berupaya agar keberadaan PTPN III (Persero) sebagai salah satu BUMN juga dirasakan oleh masyarakat sekitar dan masyarakat memperoleh manfaat dari keberadaan Perusahaan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat yang sangat berarti bagi kita semua”. kata Ahmad Gusmar.
Selain itu, Ahmad Gusmar juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini harus berjalan dengan baik, tidak boleh ada permainan dari oknum karyawan Perusahaan yang mencoba mengambil kesempatan dalam penyaluran ini, jika seandainya ditemukan hal yang demikian maka silahkan melaporkan karyawan tersebut kepada manajemen untuk ditindak tegas. Hal ini sejalan dengan budaya kerja Perusahaan yaitu Jujur, Tulus, dan Ikhlas.
Pada kesempatan yang sama, Ahmad Gusmar juga mengharapkan kepada penerima bantuan agar terus mendoakan PTPN III (Persero) agar PTPN III (Persero) kedepannya bisa lebih baik lagi dalam penggalian produksi dan harga jual yang mendukung sehingga PTPN III (Persero) bisa terus hadir untuk membantu masyarakat  melalui Program Bina Lingkungan ini.
Drg. Anitta Pattiradjawane dalam sambutannya mewakili penerima bantuan mengucapkan terima kasih kepada PTPN III (Persero) atas bantuan dan kepeduliannya kepada masyarakat. “Mudah-mudahan PTPN III (Persero) bisa selalu eksis dan selalu dekat dengan masyarakat “ imbuhnya.

Bantuan Bina Lingkungan Triwulan I ini akan diserahkan dalam bentuk uang dan akan ditransfer ke rekening masing-masing penerima bantuan, dengan tujuan agar lebih mudah dalam penyalurannya dan para penerima bantuan juga bisa menggunakan sesuai kebutuhan.

2/20/2018

DPRD Asahan Kunjungi PTPN IV

Kunjungan konsultasi DPRD Asahan dari Komisi B ke Kantor Direksi PTPN IV disambut baik Corporate Secretary Made Supantana di Meeting Room, Rabu 14 Februari 2018 pagi.

Made Supantana didampingi oleh Kabag Umum dan PKBL Ali Musri, General Manajer Distrik I Sukiman, General Manajer Distrik IV Eddy Usman dan beberapa Kasubag dari Corporate Secretary, Bagian Umum dan PKBL serta Bagian Tanaman.

Adapun maksud kunjungan ini, ungkap Wakil Ketua DPRD Asahan Dra. Hj. Winarni Supraningsih, MMA adalah terkait hasil Rapat Dengar Pendapat beberapa waktu yang lalu bahwa Komisi B DPRD Asahan ingin berkonsultasi masalah sarana dan prasarana infrastruktur yang dipergunakan oleh masyarakat dan pihak perkebunan sendiri serta masalah lain tentang program PKBL dan Corporate Social Responsibility (CSR) PTPN IV di Kabupaten Asahan.

Terkait dengan sarana dan prasarana jalan, Made Supantana menjelaskan bahwa PTPN IV sudah banyak merealisasikan Program CSR dan secara terus menerus akan melaksanakan di sekitar lingkungan Kebun/ Unit PTPN IV yang berada di daerah Kabupaten Asahan, yaitu Pasir Mandoge, Sei Kopas, Air Batu dan Pulu Raja.

PTPN IV pada dasarnya ingin maju dan berkembang bersama dengan masyarakat sekitar karena Program PKBL dan CSR yang ada di PTPN IV bisa terlaksana dengan baik karena adanya dukungan masyarakat sekitar terhadap PTPN IV untuk meraih kinerja perusahaan yang lebih baik lagi, sebut Made Supantana.

Sesuai tagline dari Pemegang Saham “BUMN Hadir Untuk Negeri”, maka dalam tahun 2018 ini kami ingin PTPN IV memberikan bantuan yang langsung menyentuh dan bermanfaat bagi personal, seperti pemberian beasiswa dan pakaian seragam kepada murid SD, pelajar SMP, siswa SMU/ SMK atau sederajat yang ada di sekitar Kebun/ Unit PTPN IV yang memiliki prestasi akademik dan non akademik (seni budaya, olahraga dll) tetapi berasal dari keluarga tidak mampu dari segi perekonomian, demikian Made Supantana

Dari DPRD Asahan dihadiri selain Wakil Ketua Dewan, juga Wakil Ketua Komisi B Bambang Rusmanto SP, Anggota Ebenezer Siregar SH,  Lela Sari Sinaga S.Sos, Sri Irawati S.Sos, Emaris, Drs H Mapilindo MPd, Alfred Panjaitan serta staf dewan lainnya.

Diakui Ebenezer Siregar bahwa keberadaan PTPN IV di Kabupaten Asahan sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan hampir tidak ada lagi mengalami permasalahan yang krusial, baik dengan masyarakat maupun pemerintahan, namun masih ada yang perlu sama-sama kita tingkatkan seperti perawatan sarana dan prasarana infrastruktur jalan terutama jalan kabupaten menghubungkan jalan utama Desa Padang Mahondang Kecamatan Pulau Rakyat menuju jalan lintas sumatera (jalinsum).

Di bagian lain anggota dewan juga mengharapkan agar dalam penerimaan karyawan tetap, PTPN IV juga memberikan kesempatan kepada masyarakat di sekitar kebun untuk mencari rezeki sebagai karyawan tetap di PTPN IV.

11/12/2017

Perlakuan Terhadap Tenaga Kesehatan “PTPN III (Persero) Tetap Jalankan Sesuai Kesepakatan dan Tidak Ada Perintah Dari Disnaker Untuk Mempekerjakan Kembali”

Perlakuan yang diterapkan oleh PTPN III (Persero) terhadap tenaga kesehatan yang terdiri dari sembilan dokter dan satu apoteker tetap akan mengikuti kesepakatan awal yang telah dibuat oleh Manajemen dan unsur Serikat Pekerja pada bulan Agustus lalu.

Hal ini disampaikan oleh Junaidi, SP Kepala Biro Sekretariat PTPN III (Persero) kepada wartawan beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut terhadap tenaga kesehatan. “ Unsur Manajemen dan Unsur Serikat Pekerja telah sepakat melakukan penataan terhadap karyawan rumah sakit, poliklinik dan petugas kesehatan melalui langkah-langkah yang sudah ditetapkan bersama dan kesepakatan itu sudah ditandatangi oleh kedua belah pihak.

Langkah-langkah yang telah disepakati tersebut adalah penawaran Program Pensiun Sukarela (PPS), bagi karyawan yang tidak mengajukan program PPS maka dilakukan seleksi dengan ketentuan jika lulus maka akan ditempatkan pada Distrik/Kebun/unit sesuai kebutuhan dan jika tidak lulus maka akan diikutkan dalam Program Pensiun Khusus (PPK). Pada saat pelaksanaan PPK Manajemen dan Serikat Pekerja sepakat untuk melakukan Bipartit. ” ujarnya.

Sebagaimana diketahui bahwa penataan terhadap karyawan rumah sakit, poliklinik dan petugas kesehatan merupakan tindak lanjut dari serah kelola seluruh fasilitas kesehatan yang ada di PTPN III (Persero) kepada PT. Sri Pamela Medika Nusantara (SPMN) yang merupakan anak perusahaan PTPN III (Persero), dan merupakan mandatori dari Undang-Undang nomor 44/2009 tersebut Pasal 7 ayat (4) yang menyatakan bahwa rumah sakit yang didirikan oleh swasta harus berbentuk badan hukum yang kegiatan usahanya hanya bergerak dibidang perumahsakitan.

Mengenai tindak lanjut terhadap kesepuluh tenaga kesehatan yang tidak lulus seleksi, telah dilaksanakan pertemuan antara Perusahaan dengan SP BUN yang diprakarsai oleh Disnaker Sumatera Utara pada hari Jumat (3/11) di Kantor Disnaker Provinsi Sumatera Utara dalam rangka Klarifikasi.

Junaidi menegaskan kepada media bahwa pertemuan tersebut baru sebatas klarifikasi dan bukan merupakan mediasi sebagaimana yang didengar oleh banyak pihak. “ Pertemuan pada jumat (3/11) di Kantor Disnaker tersebut bukan merupakan mediasi, itu baru sebatas klarifikasi dan itupun ditunda karena ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi, jadi jangan salah memahami dan berlebih lebihan, pertemuan tersebut baru sebatas klarifikasi sehingga dalam petemuan tersebut pejabat Disnaker tidak ada menganjurkan apalagi memerintahkan kepada PTPN III agar kesepuluh tenaga kesehatan tersebut dipekerjakan kembali, karena yang berwenang memerintahkan adalah Pengadilan“. Tegasnya.

“ Merujuk kepada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang PPHI menegaskan bahwa anjuran tertulis dikeluarkan ketika di dalam mediasi tidak terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak. Jadi mediasi saja belum dilaksanakan, gimana mau keluar anjuran. Jika ada yang mengatakan di media bahwa PTPN III tidak patuh hukum, maka mereka sangat keliru, karena dalam penyelesaian persoalan ini Perusahaan selalu patuh dan tunduk terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan biarlah proses ini berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.” tambah Junaidi.

8/29/2017

HUT RI - 72 PTPN III (Persero) Serahkan Bantuan Peralatan Keterampilan untuk Lapas Tanjung Gusta



Dalam memperingati HUT RI-72 tahun 2017, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) setelah melaksanakan upacara bendera pada tanggal 17 Agustus 2017 dilanjutkan dengan pemberian penghargaan masa pengabdian kepada 1.203 karyawan di pagi hari, kemudian pada pukul 14.00 WIB dilakukan pemberian bantuan melalui program bina lingkungan (CSR) kepada warga binaan di lembaga pemasyarakatan Klas I Tanjung Gusta, Medan.

Pemberian bantuan peralatan tersebut antara lain berupa 5 unit engine stand sebagai alat keterampilan mekanik sepeda motor, 2 unit komputer untuk keterampilan desain grafis, I unit printer DTG A-3, baktor LPG untuk pengangkutan makanan dari dapur ke blok hunian sebanyak 4 unit, gerobak sampah 4 unit untuk mengangkut sampah dari blok-blok hunian ke TPA, kursi belajar untuk kegiatan paket kejar A, B, Cdi ruang belajar sebanyak 50 unit dan kursi pangkas3 unit. Jumlah total dana untuk pemenuhan bantuan tersebut sebanyak Rp 165.925.000,-.    

Gusmar Harahap, SEVP Bidang SDM & Umum didampingi oleh Junaidi, Kepala Biro Sekretariatan, Herfrik Riyanto, Kepala Urusan Humas dan M. Rasyid Solawat, Kepala Urusan Bina Lingkungan dalam kesempatan itu mengatakan bahwa bantuan yang diberikan PTPN III berdasarkan surat permohonan yang diajukan oleh kepala Lapas Tanjung Gusta yang sangat mengetahui apa saja kebutuhan yang bisa dibantu sesuai dengan program bantuan hibah dari PTPN III dalam program Corporate Social Responsibility PTPN III. “Mudah-mudahan bantuan yang diberikan ini bisa memberikan manfaat oleh penghuni Lapas Tanjung Gusta,” tegasnya. 

8/20/2017

BUMN Hadir untuk Negeri PTPN Holding dan Kodam I Bukit Barisan Bedah Rumah 40 Para Veteran di Sumut



Jumat, 11 Agustus 2017 di Aula Kelapa Sawit PTPN III Jalan Sei Batanghari No 2 Medan telah dilaksanakan acara penyerakan penandatanganan MOU program bedah rumah para veteran di Sumatera Utara yang dilakukan Dasuki Amsir, Direktur Utama PTPN III dan Mayor Jenderal TNI, Cucu Somantri selaku Panglima Komando Daerah Militer I Bukit Barisan terhadap 40 rumah pribadi para veteran yang ada di Sumatera Utara. 

Dalam kesempatan itu Gusmar Harahap, SEVP Bidang SDM & Umum dalam sambutannya mengakui bahwa dalam menjalankan Program Kementerian BUMN tahun 2017 selalu berkordinasi dengan kordinator program BUMN Hadir untuk Negeri khususnya Bedah Rumah Veteran dengan BUMN lain di Sumatera Utara dan Pangdam I Bukit Barisan. Ia mengatakan BUMN sebagai perusahaan negara punya kewajiban menyejahterakan masyarakat sekitarnya dalam hal ini membantu para veteran yang telah berjuang meraih kemerdekaan kepada negara. “Kita berharap agar peran BUMN di Sumut dapat memberi andil bagi perbaikan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat Sumut,” katanya.     


Brigjend. TNI Tiopan Aritonang, selaku Kasdam I Bukit Barisan didampingi seluruh jajarannya mewakili Pangdam I Bukit Barisan yang berhalangan hadir, mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik antara TNI dan BUMN dan berharap PTPN dan BUMN lain di Indonesia tetap beruntung agar senantiasa memberi andil lebih besar lagi untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

2/22/2018

Minyak Kelapa Sawit Indonesia


Minyak kelapa sawit adalah salah satu minyak yang paling banyak dikomsumsi dan diproduksi di dunia. Minyak yang murah, mudah diproduksi dan sangat stabil ini digunakan untuk berbagai variasi makanan, komestik, produk kebersihan, dan juga bias digunakan sebagai sumber biofuel atau biodiesel. Kebanyakan minyak sawit diproduksi di asia, Afrika dan Amerika selatan karena pohon kelapa sawit membutuhkan suhu hangat, sinar matahari, dan curah hujan tinggi untuk memaksimalkan produksinya.

Efek samping yang negatif dari produksi minyak sawit - selain dampaknya kepada kesehatan manusia karena mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi - adalah fakta bahwa bisnis minyak sawit menjadi sebab kunci dari penggundulan hutan di negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia. Indonesia adalah produsen dan eksportir terbesar minyak sawit di dunia. Namun Indonesian juga merupakan penghasil gas emisi rumah kaca terbesar setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Amerika Serikat (AS).

Produksi minyak sawit dunia didominasi oleh Indonesia dan Malaysia. Kedua negara ini secara total menghasilkan sekitar 85-90% dari total produksi minyak sawit dunia. Indonesia adalah produsen dan eksportir minyak sawit yang terbesar.

Dalam jangka panjang, permintaan dunia akan minyak sawit menunjukkan kecenderungan meningkat sejalan dengan jumlah populasi dunia yang bertumbuh dan karenanya meningkatkan konsumsi produk-produk dengan bahan baku minyak sawit seperti produk makanan dan kosmetik. Sementara itu, pemerintah di berbagai negara sedang mendukung pemakaian biofuel.

Ekspektasi Produksi Minyak Kelapa Sawit 2016:

Negara
 Produksi
(ton metrik)
Indonesia
36,000,000
Malaysia
21,000,000
Thailand
 2,200,000
Kolombia
 1,320,000
Nigeria
   970,000
Dunia
58,800,000
Sumber: Index Mundi
Produksi dan Ekspor Minyak Kelapa Sawit di Indonesia
Hanya beberapa industri di Indonesia yang menunjukkan perkembangan secepat industri minyak kelapa sawit selama 20 tahun terakhir. Pertumbuhan ini tampak dalam jumlah produksi dan ekspor dari Indonesia dan juga dari pertumbuhan luas area perkebunan sawit. Didorong oleh permintaan global yang terus meningkat dan keuntungan yang juga naik, budidaya kelapa sawit telah ditingkatkan secara signifikan baik oleh petani kecil maupun para pengusaha besar di Indonesia (dengan imbas negatif pada lingkungan hidup dan penurunan jumlah produksi hasil-hasil pertanian lain karena banyak petani beralih ke budidaya kelapa sawit).

Mayoritas hasil produksi minyak kelapa sawit Indonesia diekspor. Negara-negara tujuan ekspor yang paling penting adalah RRT, India, Pakistan, Malaysia, dan Belanda. Walaupun angkanya sangat tidak signifikan, Indonesia juga mengimpor minyak sawit, terutama dari India.

Memang mayoritas dari minyak sawit yang diproduksi di Indonesia diekspor (lihat tabel di bawah). Namun, karena populasi Indonesia terus bertumbuh (disertai kelas menengah yang berkembang pesat) dan dukungan pemerintah untuk program biodiesel, permintaan minyak sawit domestik di Indonesia juga terus berkembang. Meningkatnya permintaan minyak sawit dalam negeri sebenarnya bisa berarti bahwa pengiriman minyak sawit mentah dari Indonesia akan mandek di tahun-tahun mendatang jika pemerintah Indonesia tetap berkomitmen terhadap moratorium konversi lahan gambut (baca lebih lanjut di bawah).

Produksi dan Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia:


2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
Produksi
(juta ton)
 19.2
 19.4
 21.8
 23.5
 26.5
 30.0
 31.5
 32.5
 32.0
Export
(juta ton)
 15.1
 17.1
 17.1
 17.6
 18.2
 22.4
 21.7
 26.4
 27.0
Export
(dollar AS)
 15.6
 10.0
 16.4
 20.2
 21.6
 20.6
 21.1
 18.6
 18.6
Luas Areal
(juta ha)
 n.a.
 n.a.
 n.a.
 n.a.
  9.6
 10.5
 10.7
 11.4
 11.8
Sumber: Indonesian Palm Oil Producers Association (Gapki) & Indonesian Ministry of Agriculture
Tabel di atas menunjukkan bahwa produksi kelapa sawit naik drastis selama satu dekade terakhir. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyatakan Indonesia bisa memproduksi paling tidak 40 juta ton kelapa sawit per tahun mulai dari tahun 2020.

Industri perkebunan dan pengolahan sawit adalah industri kunci bagi perekonomian Indonesia: ekspor minyak kelapa sawit adalah penghasil devisa yang penting dan industri ini memberikan kesempatan kerjabagi jutaan orang Indonesia. Dalam hal pertanian, minyak sawit merupakan industri terpenting di Indonesia yang menyumbang di antara 1,5 - 2,5 persen terhadap total produk domestik bruto (PDB).

Hampir 70% perkebunan kelapa sawit terletak di Sumatra, tempat industri ini dimulai sejak masa kolonial Belanda. Sebagian besar dari sisanya - sekitar 30% - berada di pulau Kalimantan.

1.    Sumatra
2.    Kalimantan
3.    Dalam hal geografi, Riau adalah produsen minyak sawit terbesar di Indonesia, disusul oleh Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat.
4.    Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah total luas area perkebunan sawit di Indonesia pada saat ini mencapai sekitar 11.9 juta hektar; hampir tiga kali lipat dari luas area di tahun 2000 waktu sekitar 4 juta hektar lahan di Indonesia dipergunakan untuk perkebunan kelapa sawit. Jumlah ini diduga akan bertambah menjadi 13 juta hektar pada tahun 2020.
5.    Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memainkan peran yang sangat sederhana di sektor kelapa sawit Indonesia karena mereka memiliki perkebunan yang relatif sedikit, sementara perusahaan-perusahaan swasta besar (misalnya, Wilmar Group dan Sinar Mas Group) dominan karena menghasilkan sedikit lebih dari setengah dari total produksi minyak sawit di Indonesia. Para petani skala kecil memproduksi sekitar 40 persen dari total produksi Indonesia. Namun kebanyakan petani kecil ini sangat rentan keadaannya apabila terjadi penurunan harga minyak kelapa sawit dunia karena mereka tidak dapat menikmati cadangan uang tunai (atau pinjaman bank) seperti yang dinikmati perusahaan besar.

Perusahaan-perusahaan besar di Indonesia (contohnya Unilever Indonesia) telah atau sedang melakukan investasi-investasi untuk meningkatkan kapasitas penyulingan minyak sawit. Hal ini sesuai dengan ambisi Pemerintah Indonesia untuk mendapatkan lebih banyak penghasilan dari sumber daya alam dalam negeri. Indonesia selama ini berfokus (dan tergantung) pada ekspor minyak sawit mentah (dan bahan baku mentah lainnya) namun selama beberapa tahun terakhir ini mau mendorong proses pengolahan produk sumber daya alam supaya memiliki harga jual yang lebih tinggi (dan yang berfungsi sebagai penyangga saat meluncurnya harga minyak sawit. Kapasitas penyulingan di Indonesia melompat menjadi 45 juta ton per tahun pada awal 2015, naik dari 30,7 juta ton pada tahun 2013, dan lebih dari dua kali lipat kapasitas di tahun 2012 yaitu 21,3 juta ton.

Kebijakan Pajak Ekspor Minyak Sawit Indonesia

Untuk meningkatkan perkembangan di industri hilir sektor kelapa sawit, pajak ekspor untuk produk minyak sawit yang telah disuling telah dipotong dalam beberapa tahun belakangan ini. Sementara itu, pajak ekspor minyak sawit mentah (CPO) berada di antara 0%-22,5% tergantung pada harga minyak sawit internasional. Indonesia memiliki 'mekanisme otomatis' sehingga ketika harga CPO acuan Pemerintah (berdasarkan harga CPO lokal dan internasional) jatuh di bawah 750 dollar Amerika Serikat (AS) per metrik ton, pajak ekspor dipotong menjadi 0%. Ini terjadi di antara Oktober 2014 dan Mei 2016 waktu harga acuan ini jatuh di bawah 750 dollar AS per metrik ton.
Masalahnya, bebas pajak ekspor berarti Pemerintah kehilangan sebagian besar pendapatan pajak ekspor (yang sangat dibutuhkan) dari industri minyak sawit. Maka Pemerintah memutuskan untuk mengintroduksi pungutan ekspor minyak sawit di pertengahan 2015. Pungutan sebesar 50 dollar Amerika Serikat (AS) per metrik ton diterapkan untuk ekspor minyak sawit mentah dan pungutan senilai 30 dollar AS per metrik ton ditetapkan untuk ekspor produk-produk minyak sawit olahan. Pendapatan dari pungutan baru ini digunakan (sebagian) untuk mendanai program subsidi biodiesel Pemerintah.

Apa lima faktor yang mempengaruhi harga minyak kelapa sawit?
(1) permintaan & persediaan
(2) harga minyak nabati lain (terutama kedelai)
(3) cuaca
(4) kebijakan impor negara-negara yang mengimpor minyak kelapa sawit
(5) perubahan dalam kebijakan pajak dan pungutan ekspor/impor
Pada Februari 2015, Pemerintah mengumumkan kenaikan subsidi biofuel dari Rp 1.500 per liter menjadi Rp 4.000 per liter, sebuah upaya untuk melindungi para produsen biofuel domestik. Melalui program biodiesel ini, Pemerintah mengkompensasi para produsen karena perbedaan harga antara diesel biasa dan biodiesel yang terjadi akibat rendahnya harga minyak mentah dunia (sejak pertengahan 2014). Selain untuk mendanai subsidi ini, hasil dari pungutan ekspor juga disalurkan untuk penanaman kembali, penelitian, dan pengembangan sumberdaya manusia di industri minyak sawit Indonesia.

Isu-Isu Lingkungan Hidup Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia

Pemerintah Indonesia telah sering dikritik kelompok-kelompok pencinta lingkungan hidup karena terlalu banyak memberikan ruang untuk perkebunan kelapa sawit (yang berdampak pada penggundulan hutan dan penghancuran lahan bakau). Maka - dan sejalan dengan semakin banyaknya perusahaan internasional yang mencari minyak sawit ramah lingkungan sesuai dengan kriteria Roundtable on Sustainable Palm Oil - perkebunan-perkebunan di Indonesia dan Pemerintah perlu mengembangkan kebijakan-kebijakan ramah lingkungan. Para pemerintah negara-negara Barat (misalnya Uni Eropa) telah membuat aturan-aturan hukum yang lebih ketat mengenai produk-produk impor yang mengandung minyak sawit, dan karena itu mendorong produksi minyak sawit yang ramah lingkungan.
Pada tahun 2011, Indonesia medirikan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing global dari minyak sawit Indonesia dan mengaturnya dalam aturan-aturan ramah lingkungan yang lebih ketat. Semua produsen minyak sawit di Indonesia didorong untuk mendapatkan sertifikasi ISPO. Namun, ISPO ini tidak diakui secara internasional.

Moratorium Mengenai Konsesi Baru Hutan Perawan

Pemerintah Indonesia menandatangani moratorium berjangka waktu dua tahun mengenai hutan primer yang mulai berlaku 20 Mei 2011 dan selesai masa berlakunya pada Mei 2013. Setelah habis masa berlakunya, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono memperpanjang moratorium ke dua tahun selanjutnya. Moratorium ini mengimplikasikan pemberhentian sementara dari pemberian izin-izin baru untuk menggunakan area hutan hujan tropis dan lahan bakau di Indonesia. Sebagai gantinya Indonesia menerima paket 1 milyar dollar AS dari Norwegia. Pada beberapa kesempatan, media internasional melaporkan bahwa moratorium ini telah dilanggar oleh perusahaan-perusahaan Indonesia. Kendati begitu, moratorium ini berhasil membatasi - untuk sementara - ekspansi perkebunan-perkebunan sawit. Pihak-pihak yang skeptis terhadap moratorium tersebut menunjukkan bahwa sebelum penerapannya Pemerintah Indonesia telah memberikan konsesi tanah seluas 9 juta hektar untuk lahan baru. Selain itu, perusahaan-perusahaan besar minyak sawit masih memiliki lahan luas yang baru setengahnya ditanami, berarti masih banyak ruang untuk ekspansi. Pada Mei 2015, Presiden Joko Widodo kembali memperpanjang moratorium ini untuk periode 2 tahun.
Prospek Masa Depan Industri Minyak Sawit di Indonesia
Era Boom Komoditi 2000-an membawa berkat bagi Indonesia karena berlimpahnya sumberdaya alam negara ini. Harga minyak sawit naik tajam setelah tahun 2005 namun krisis global menyebabkan penurunan tajam harga CPO di tahun 2008. Terjadi rebound yang kuat namun setelah tahun 2011 harga CPO telah melemah, terutama karena permintaan dari RRT telah menurun, sementara rendahnya harga minyak mentah (sejak pertengahan 2014) mengurangi permintaan biofuel berbahan baku minyak sawit. Karena itu, prospek industri minyak sawit suram dalam jangka waktu pendek, terutama karena Indonesia masih terlalu bergantung pada CPO dibandingkan produk-produk minyak sawit olahan.

Pada saat permintaan global kuat, bisnis minyak sawit di Indonesia menguntungkan karena alasan-alasan berikut:

 Margin laba yang besar, sementara komoditi ini mudah diproduksi
 Permintaan internasional yang besar dan terus berkembang seiring kenaikan jumlah penduduk global
 Biaya produksi minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia adalah yang paling murah di dunia
 Tingkat produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan produk minyak nabati
 Penggunaan biofuel diduga akan meningkat secara signifikan, sementara penggunaan besin diperkirakan akan berkurang
Masalah-masalah apa yang menghalangi perkembangan industri minyak sawit dunia?
 Kesadaran bahwa penting untuk membuat lebih banyak kebijakan ramah lingkungan
 Konflik masalah tanah dengan penduduk lokal karena ketidakjelasan kepemilikan tanah
 Ketidakjelasan hukum dan perundang-undangan
 Biaya logistik yang tinggi karena kurangnya
 kualitas dan kuantitas infrastruktur

Sumber : https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/minyak-sawit/item166?